DP3AP2KB Kota Lhokseumawe Gelar Workshop Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak Pengungsi Rohingya

Lensamedan- Dinas Pemperdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lhokseumawe menggelar workshop tentang sistem rujukan dan manajemen kasus kekerasan berbasis gander untuk penanganan pengungsi Rohingya, Jumat (26/2/2021).

Kegiatan ini diikuti peserta dari instansi pemerintah Lhokseumawe maupun lembaga sosial  yang terlibat dalam tim pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pengungsi Rohingya.

"Workshop ini juga atas kerjasama MoU dengan IOM dan DP3AP2KB Kota Lhokseumawe dalam pencegahan kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak pengungsi Rohingya yang terkonsentrasi di BLK Kota Lhokseumawe," kata Kepala DP3AP2KB Lhokseumawe, Mariana saat memberikan sambutan.

Mariana mengatakan, MoU ini dibuat  dalam situasi pandemi Covid-19 yang tidak kunjung berakhir. Setiap Pemda termasuk Pemko Lhokseumawe disamping dilakukannya refocusing anggaran juga berkurang dan dana transfer lainnya sehingga APKB tidak dapat berbuat lebih leluasa secara universal dalam melakanakan tupoksi OPD masing-masing. 

"Termasuk OPD DP3AP2KB Kota Lhokseumawe khususnya dalam penaganan kasus-kasus kekerasan perempuan dan anak terutama sekali dalam hal peningkatan SDM para pendamping baik internal maupun eksternal," ucapnya. 

Mariana mengungkapkan, dengan adanya MoU tersebut membawa dampak positif terhadap peningkatan SDM baik bagi personel DP3AP2KB sendiri maupun personel lain yang bersedia diajak gabung dalam tim penanganan kasus-kasus kekeraan perempuan dan anak pada umumnya dan lebih khusus pengungsi Rohingya.

"Di mana dengan pengalaman-pengalaman tersebut dapat diaplikasikan nantinya dalam pencegahan dan penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak etnis lokal. Disamping itu juga, secara implisit dapat menunjang sedikit kesejahteraan pribadi. Mudah-mudahan apa yang sudah dan akan dilaksanakan oleh tim cepat terealisasikan secara finansial oleh pihak IOM," ungkapnya. 

Mariana berharap, kepada peserta terkait workshop ini, kedepan dapat membekali diri dalam rangka kesamaan persepsi dalam pencegahan dan penanganan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pengungsi rohingya.

"Semoga kerjasama ini dapat berjalan dalam waktu yang panjang dan setiap kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa diatasi," tutupnya. (*)



(Lhokseumawe)
 

Belum ada Komentar untuk "DP3AP2KB Kota Lhokseumawe Gelar Workshop Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak Pengungsi Rohingya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel