Harga Sawit Masih Berpeluang Naik, Tapi Ada Beberapa Tantangan  

Lensamedan- Harga CPO belakangan ini masih mampu menguat dan terus melanjutkan kenaikan harga. Harga CPO sejauh ini masih sedikit diatas level Rp3.400 ringgit per ton, atau tepatnya di harga RM3.412 ringgit per ton. Dengan harga segitu, memang ruang penguatan CPO di tahun depan bisa saja terbatas dan tertahan di kisaran RM3.600. Meskipun jika melihat potensi perkembangan ekonomi global yang berpeluang membaik, harga CPO bisa saja berlanjut menguat dengan kenaikan yang signifikan.
 
Tetapi yang menjadi persoalan sejauh ini menurut pemerhati ekonomi Sumatera Utara Gunawan Benjamin adalah adanya ketidakpastian terkait sejumlah variabel ekonomi yang sulit diperkirakan. Mulai dari kemungkinan perang dagang, mutasi corona, hingga potensi lockdown di banyak negara yang bisa memicu penurunan kinerja ekspor CPO itu sendiri.
 
Untuk itu pemerintah harus melakukan sejumlah upaya konkrit agar penyerapan CPO domestik bisa ditingkatkan lebih signifikan. Penggunaan CPO untuk bio diesel rasionya harus dinaikan terus dengan  segera realisasikan penyerapan CPO untuk Bio Diesel sebesar 30%. Dan Rasionya harus terus dinaikkan dalam jangka panjang.
 
"Karena kita tidak bisa selamanya bergantung kepada penyerapan CPO global yang sejauh ini menghadapi ancaman dari potensi peningkatan tensi hubungan politik antar banyak negara. Ditambah dengan gangguan ekonomi karena pagebluk corona," ujar Gunawan Benjamin di Medan, Sabtu (2/1/2021).
 
Dikatakannya, ia melihat di tahun ini ada potensi kenaikan permintaan CPO dunia yang bisa merubah ekspektasi kenaikan harga CPO. Tetapi potensi kenaikan harga CPO mengacu kepada sejumlah tantangan. 

"Maka pada dasarnya sawit meskipun harganya berpeluang membaik tetapi belum didukung dengan sentimen fundamental yang kokoh," katanya.
 
Sejauh ini lanjut dia, sejumlah komoditas lain memang juga turut menguat. Katakanlah harga minyak mentah yang naik di kisaran $48 per barel, yang bisa turut serta mendongkrak kenaikan harga komoditas lainnya termasuk sawit. Akan tetapi kenaikannya tersebut masih didorong oleh ekspektasi pemulihan ekonomi seiring ditemukannya vaksin.
 
Walaupun vaksin Covid 19 sendiri belum sepenuhnya mampu menjawab dan menyelesaikan kondisi kesehatan masyarakat global. 

"Jadi kinerja harga sawit sekalipun membaik ekspektasinya, tetapi sebaiknya kita juga bersiap seandainya harga sawit atau CPO justru berbalik arah," pungkasnya. (Red)


(Medan)
 
 

Belum ada Komentar untuk "Harga Sawit Masih Berpeluang Naik, Tapi Ada Beberapa Tantangan  "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel