Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2020 Meningkat

Lensamedan- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI menilai tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2020 ini memang cukup tinggi. Kendati demikian, tingkat partisipasi pemilih di Kota Medan masih rendah.

"Di luar dugaan partisipasi kita cukup tinggi, meskipun Kota Medan masih rendah. Tetapi kata ketua KPU mengalami peningkatan," ujar anggota DKPP RI Dr Alfitra Salamm di acara Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu (Ngetren Media) di Hotel Grand Mercure, Senin (14/12/2020) malam.

Menurut Alfitra, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab naiknya tingkat partisipasi pemilih pada pilkada serentak ini. Salah satunya masifnya pemberitaan di media terkait Pilkada.

"Sebelum pilkada dimulai, banyak kelompok masyarakat yang menolak. Bahkan pribadi penyelenggara juga mengatakan sebaiknya ditunda, tetapi kenapa tetap tinggi? Feeling saya, karena terlalu seringnya berita pilkada. Dengan banyaknya berita itu, masyarakat jadi aware terhadap pilkada. Begitu juga di Medan," sebutnya.

Dikatakannya, maraknya pemberitaan mengenai pilkada membuat persepsi masyarakat bersifat ganda. Namun, hal ini membuat masyarakat menjadi lebih mengetahui tentang pilkada.

"Meskipun beritanya ada yang pahit, manis, sinis, tetapi masyarakat menerima berita itu dan tahu bahwa ada pilkada," katanya.

Faktor lainnya, katanya, pemerintah, khususnya satgas mulai tegas terhadap sanksi yang diberikan kepada masyarakat terhadap Covid-19. Ini membuat masyarakat tidak tahu untuk datang ke TPS.

Faktor ketiga, menurutnya adalah pengaruh pasangan calon (Paslon). Meskipun dikatakannya, harus diakui provinsi yang tidak menyelenggarakan Pilgub masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan provinsi yang menyelenggarakan Pilgub, salah satunya Kota Medan.

"Medan kan tidak berbarengan dengan Pilgub dan Medan ini memang sudah rendah. Tapi naik jadi 47 persen," terangnya.

Namun ia mengatakan, penyelenggaraan pilkada serentak kali ini bisa dikatakan sukses. Kendati demikian, ia mengakui bahwa regulasi pilkada memang rumit.

Menurutnya, terlalu banyak aturan sehingga pemahaman penyelenggara berbeda-beda dan ada yang tidak paham.

"Saya mengatakan peraturan pilkada ini tidak sederhana dan sangat rumit, sehingga pada level bawah terjadi berbeda penafsiran," katanya.

Tim Pemeriksa Daerah (TPS) Yenni Rambe mengatakan, banyak perbedaan persepsi antara penyelenggara pilkada di tingkat bawah. Hal tersebut memicu terjadinya pelanggaran pemilu.

"Banyak juga penyelenggara yang tidak paham, khusunya di tingkat PPS dan yang kurang memahami regulasi," pungkasnya. (Red)


(Medan)
 

Belum ada Komentar untuk "Partisipasi Pemilih Pilkada Serentak 2020 Meningkat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel