Bertandang ke Pengrajin Minyak Karo Laucih, Akhyar Sebut Minyak Karo Harus Terus Dikembangkan ke Pasar

Lensamedan- Calon Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution menunjukkan ketertarikannya dalam pengembangan obat tradisional Karo dengan menyambangi pusat pembuatan Minyak Karo Laucih di Jalan Jamin Ginting Km 13,1, Kelurahan Laucih, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (2/12/2020).

Pemilik Minyak Karo Laucih, Cinur Nuansa Kaban yang menerima Akhyar menyampaikan, usaha yang dirintisnya ini merupakan generasi keempat. Dimana, dia sudah memiliki 13 distibutor dan 425 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Saat ini kita sedang melakukan pengurusan perizinan seperti MUI untuk sertifikasi halal dan BBPOM. Ini sedang berjalan, seandianya kita mau ekspor, itu bisa dengan mudah," ujar Kaban.

Kepada Akhyar, Kaban menuturkan kalau minyak karo ini mulai dikemas secara modern sekitar tahun 1999.

"Dengan kemasan yang praktis, kemudian dikelola dengan manajemen yang lebih baik, itu sekitar 5 tahun lalu. Kemudian kita juga membuat sistem penjualan bertingkat dimulai distributor hingga reseller hingga  masing-masing kabupaten/kota di seluruh Indonesia," ungkap Cinur didampingi pegiat seni Ligad Tarigan yang juga hadir.

Untuk distributor sendiri, sebut Kaban, sudah ada di Brastagi, Jakarta Duri, Pekanbaru, Lampung, Jawa Barat, Tangerang, dan Jawa Timur tepatnya di Surabaya.

Disinggung soal kesulitan dalam memperoleh perizinan, Cinur mengaku tidak ada.

"Kesulitan sih sebenarnya enggak, cuman jadi tantangan ya, karena kesulitannya sebenarnya bukan di situ di faktor-faktor perizinannya, memang dari sisi kami nya. Kalau untuk BPOM kan memang beberapa syarat yang pertama itu kan memang ada seperti higiene sanitasi, bagaimana alur polusi produksi itu keluar, bagaimana prosesnya itu sampai tidak terkontaminasi terus tetap higienis, bagaimana proses pencucian SOP setelah penggunaan alat-alat, itu memang infrastruktur juga mempengaruhi, misalnya kita harus membuat sanitasi membuat cerobong, membuat exhaust. Nah itu kan membutuhkan infrastruktur, membutuhkan biaya memang, sampai saat ini kami sudah mengikuti CPOTB (cara pembuatan obat tradisional yang baik dan benar), namun memang infrastruktur kami harus memperbaiki beberapa hal lagi," jawabnya.

Kepada Akhyar, Cinur Kaban berharap, dapat memfasilitasi para UKM khususnya obat-obat tradisional "Kalau harapan dengan Pak Akhyar, ya kalau Pak Akhyar kembali menjadi walikota, kita berharap sih sebenarnya perizinan difasilitasi ya. Bagaimana proses birokrasi difasilitasi, mungkin didampingi malah lebih bagus. Jadi kita tahu ya di mana sih kekurangannya, terus kita perbaiki," harapnya.

Tak hanya itu, Cinur juga mengatakan, budaya lokal Sumatera Utara itu luar biasa banyak, termasuk herbal. Ini budaya-budaya lokal yang harus dikembangkan.

"Bukankah kita tahun 1800 dijajah juga karena rempah-rempah kita. Jadi ini adalah best local power kita, tapi kenapa nggak kita kembangkan, kenapa nggak kita tingkatkan. Justru dengan cara meningkatkan itulah kita bisa kembali jaya. Jadi kalau seandainya kita bisa jadi tuan rumah di tempat kita sendiri, itu mungkin luar biasa. Jadi secara ekonomi kita meningkat, kekuatan lokal kita meningkat, kekuatan nusantara kita meningkat, karena nusantara yang kekuatannya semuanya kan awalnya ya rempah-rempah," bilang dia.

Oleh karena itu, Kaban kembali berharap, Akhyar - Salman dapat mengakomodasi bagaimana para UMKM yang bergerak di bidang herbal itu bisa meningkat secara pendapatan. Bahkan kalau bisa ekspor. "Karena kan juga itu menambah income untuk daerah Kota Medan. Dengan cara seperti itu, maka perekonomian Medan secara khusus juga meningkat. Dengan meningkatnya itu, maka orang-orang yang ada di Kota Medan secara pendidikannya juga bisa up secara ekonomi, bisa up secara kemampuan. Artinya, hidupnya itu bisa meningkat. Kalau misalnya banyak yang hidup, maka UMKM menyerap tenaga kerja, maka pengangguran berkurang, petani juga dapat peningkatan," tutupnya.

Calon Wali kota Medan, Ir Akhyar Nasution juga sepakat jika  kekayaan ini harus tetap dijaga dan dilestarikan.

"Ini adalah sebuah kekayaan budaya, minyak karo yang luar biasa dan sudah tersebar di seluruh Indonesia. Ini adalah kekayaan kebudayaan kita yang harus kita jaga dan harus kita majukan. Saya Akhyar Nasution mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar yang terus membudayakan kekayaan budaya kita," ucapnya. (Rel)

 

(Medan)

 

 

Belum ada Komentar untuk "Bertandang ke Pengrajin Minyak Karo Laucih, Akhyar Sebut Minyak Karo Harus Terus Dikembangkan ke Pasar"

Posting Komentar

Formapera Soroti Praktik Transaksional Di Balik Penunjukan Pj Kepala Daerah Se-Indonesia

LensaMedan - Kebijakan pemerintah yang menetapkan Pilkada serentak pada November 2024, nyatanya membuka peluang bagi sejumlah pejabat yang m...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel