Viral Foto Kemunculan Harimau Di Karo Akibat Ilegal Loging, Ternyata Hasil Foto Trap Di Langkat


Lensamedean-Foto-foto kemunculan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di sebuah kawasan viral di media sosial Facebook. Foto-foto tersebut diunggah oleh akun  Pulu Toraja dan Berita Karo Terkini.

Foto tersebut diberi keterangan "Akibat perambahan hutan dalam Jahe Desa Kutarakyat, Kecamatan Naman Teran, harimau sudah keluar karena sarangnya sudah diganggu pencuri kayu" dengan huruf kapital dan sudah dibagikan hingga 270 kali.

Terkait hal tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wil V Bahorok BBTNGL, Palber Turnip ketika dikonfirmasi pada Rabu (6/45/2020) siang mengatakan, kemungkinan yang menulis keterangannya salah ketik. Pasalnya foto foto tersebut merupakan hasil camera trap milik tim yang sudah dilaporkan beberapa hari yang lalu di Desa Tanjung Naman, Kecamatan Bahorok, Langkat.

Dijelaskannya, harimau tersebut, masih terkait dengan kasus harimau memangsa ternak sapi dan anjing milik warga di Tanjung Naman, Kecamatan Bahorok, Langkat beberapa hari yang lalu.

"Kemunculan harimau itu betul. Itu tanggal 1 Mei. Jadi kemunculannya di lokasi memangsa sapi, dan 2 titik lainnya, jadi ada 3 titik," katanya.

Dijelaskannya, sejak kejadian harimau memangsa sapi dan anjing, masyarakat resah dan meminta direlokasi. Pihaknya sudah rapat bersama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA), warga dan lainnya agar diberi kesempatan untuk menghalau harimau tersebut ke dalam hutan, pada Selasa (5/5) malam.

"Tadi malam hasil diskusi, agar diberi kesempatan melakukan monitoroing dan pengsuran ke dalam lagi, kita bergerak membawa mercon dan meriam semakin hari semakin dalam hutan agar bisa didorong masuk ke hutan," katanya.

Selain itu, pihaknya juga berhadap agar warga tidak menggembalakan ternaknya di dekat lokasi kejadian yang hanya berjarak 2,3 km dari Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Lokasi kejadian, menurutnya, masih merupakan range jelajah harimau dan berada di konsesi pabrik semen yang sekarang banyak dirambah.

Lokasi kemunculan harimau di dalam foto, kata dia, berada di kawasan berhutan yang diklaim sebagai milik perkebunan warga. Tepatnya di bawah kaki bukit kapur yang terjal. Dia menegaskan, bahwa lokasi tersebut masih berada di Desa Tanjung Naman, yang mana pihaknya sudah memasang camera trap. Bukan Naman Teran ataupun Dalan Jahe, yang lokasinya sangat jauh dari lokasi, yakni di Kabupaten Karo.

Dia menambahkan, harimau yang memangsa sapi warga di Desa Tanjung Nama, Kecamatan Bahorok, Langkat merupakan harimau yang berbeda dari harimau yang memangsa sapi warga pada 2019. Hal tersebut bisa dilihat dari jejak kakinya, kali ini lebih kecil, yakni 10 cm. Sedangkan yang sebelumnya, ukuran kakinya 12 cm.

"Satu sisi bersyukur bahwa populasi di situ bertambah, kalau ini individu yang sama dengan 2019, maka bisa disimpulkan adanya ketergantungan terhadap ternak, tak mampu memburu yang wild, dalam trouble. Tapi tidak, ini individu yang berbeda," katanya.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi mengatakan, foto kemuculan harimau tersebut benar dan sudah melihatnya setelah terjadi konflik dengan 1 ekor sapi warga yang menjadi mangsa.

"Begini, masyarakat itu beternak dilepas di dekat kawasan hutan. Seolah-olah menggoda harimau itu untuk memakan. Itu dekat dengan TNGL dan hutan lindung, hutan produksi terbatas dan lainnya," katanya.

Saat ini, pihaknya bersama dengan BBTNGL, lembaga pegiat  konservasi, TNI, Polri, masih berada di lokasi untuk menenangkan masyarakat dan berupaya untuk menghalau harimau tersebut ke dalam hutan.

"Untuk sekarang ini, jangan masuk ke hutan sendirian dan ternaknya dikandangkan," katanya.

(Sumut)

Belum ada Komentar untuk "Viral Foto Kemunculan Harimau Di Karo Akibat Ilegal Loging, Ternyata Hasil Foto Trap Di Langkat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel