Rupiah Ditutup Melemah, Sentimen Regional Buat IHSG Menguat
LensaMedan - Setelah sempat terkoreksi hinga ke level 6.019, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhirnya ditutup menguat 1.36% ke level 6.118.
Penguatan mayoritas bursa saham di Asia menjadi pemicu menguatnya IHSG. Sejumlah emiten yang turut menopang penguatan IHSG pada perdagangan hari ini diantaranya adalah BBCA, BMRI, BBRI, BUMI, TLKM hingga ASII.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, minimnya agenda ekonomi yang dirilis, serta cukup stabilnya kondisi geopolitik di Timur Tengah membuat pasar saham di Asia cenderung menguat pada perdagangan hari ini.
“Meskipun masih dibayangi dengan kemungkinan memburuknya tensi geopolitik dalam waktu dekat, akan tetapi untuk hari ini pasar saham memanfaatkan momentum minimnya sentimen untuk menguat,” ujar Gunawan di Medan, Senin (5/10/2026).
Di sisi lain kata Gunawan, Rupiah ditutup melemah ke level 17.895 per Dolar AS pada perdagangan hari ini. Mata uang Rupiah mengalami tekanan seiring dengan kenaikan USD Index yang membuat tekanan Dolar AS ke Rupiah meningkat di perdagangan awal pekan.
“Tekanan jual pada pasar obligasi AS sampai saat ini masih membayangi tekanan pada mata uang Rupiah,” katanya.
Dan bukan hanya mata uang Rupiah saja yang berpotensi alami tekanan disaat pasar cenderung meminta imbal hasil tinggi. Harga emas juga berpeluang mengalami tekanan jika imbal hasil US Dolar terus bergerak naik.
Pada perdagangan hari ini harga emas dunia ditransaksikan menguat tipis ke level US$4.166 per ons troy, atau masih dikisaran harga Rp2,5 juta per gramnya. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Rupiah Ditutup Melemah, Sentimen Regional Buat IHSG Menguat"
Posting Komentar