Terima 4.434 ton Beras dari Jatim, Pinwil Bulog Sumut: Perkuat Cadangan Pangan
Pekerja melakukan bongkar muat beras di Pelabuhan Belawan, Minggu (20/9/2026). Beras asal Jatim sebanyak 4.434 ton itu dipersiapkan untuk memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sumut.lensamedan-istLensaMedan - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatra Utara (Sumut) menerima tambahan 4.434 ton beras dari Jawa Timur (Jatim) guna memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sumut.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan, penambahan stok tersebut untuk memenuhi program bantuan pangan dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar.
“Juga untuk memperkuat cadangan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumut hingga akhir 2026,” kata Budi Cahyanto di Medan, Selasa (22/9/2026).
Budi Cahyanto menyebutkan, program bantuan pangan direncanakan kembali pada alokasi Oktober hingga Desember 2026 dengan sasaran sekitar 1,73 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Kebutuhan beras untuk program tersebut mencapai sekitar 52.000 ton, sehingga tambahan pasokan dari Jatim diperlukan untuk memperkuat ketersediaan stok di gudang Bulog Sumut.
"Sehingga kekurangan stok di gudang ditambah dengan adanya pasokan dari Jatim. Ke depan akan menyusul dari Jakarta sebanyak 6.500 ton," ujarnya.
Budi menyebutkan, Bulog Sumut juga menjaga ketersediaan stok beras di gudang sebanyak 41.235 ton untuk mendukung penyaluran bantuan pangan alokasi Juli hingga September 2026 serta program SPHP.
"Untuk itu, kami meyakini stok beras di Sumut dalam kondisi aman, baik untuk program SPHP maupun bantuan pangan," ujarnya.
Bulog Sumut memastikan harga beras SPHP tetap mengacu pada harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp13.100 per kilogram. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Terima 4.434 ton Beras dari Jatim, Pinwil Bulog Sumut: Perkuat Cadangan Pangan"
Posting Komentar