Sofyan Tan: Sensus Ekonomi 2026 Alat untuk Teropong Arah Kebijakan Negara
Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, didampingi Statistisi Ahli Utama BPS Sumut, Misfaruddin; Kepala Bagian Umum BPS Sumut, Dadan Supriadi; berfoto bersama peserta Focus Group Discussion Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Bersama Komisi X DPR RI di Hotel Le Polonia, Medan, Senin (24/8/2026).lensamedan-juli simanjuntakLensaMedan - Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 yang sedang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI merupakan salah satu alat untuk meneropong kebijakan ekonomi seperti apa yang harus ditetapkan oleh negara.
Salah satu harapannya tentu dapat menurunkan tingkat kemiskinan, di mana menurut data BPS (Maret 2026) mencapai 23 juta orang atau sekitar 8% dari jumlah penduduk Indonesia.
"Sensus Ekonomi 2026 ini untuk meneropong dan mengetahui sesungguhnya ekonomi Indonesia mau dibawa ke mana," kata Sofyan Tan saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Bersama Komisi X DPR RI di Hotel Le Polonia, Medan, Senin (24/8/2026).
Menurutnya, data dari hasil sensus ekonomi tersebut akan dapat memberikan feedback yang bisa digunakan sebagai data untuk menentukan arah kebijakan yang harus dilakukan.
Selain itu, mengetahui hambatan-hambatan apa yang harus diperbaiki atau dibuang sehingga kebijakan itu bisa membuat dunia usaha menjadi lebih kondusif.
"Kalau kondisi ekonomi kondusif, maka banyak yang investasi. Hal ini otomatis membuka lapangan kerja.Namun, jika kondisi sebaliknya maka pengusaha menganggap bahwa tidak ada harapan karena kebijakan yang dibuat tidak berdampak pada dunia usaha. Apabila itu terjadi, sensus yang dilakukan dengan menghabiskan dana sekitar Rp 3 triliun ini akan sia-sia," ungkap Sofyan Tan.
Dia menambahkan hasil dari sensus yang bagus yaitu datanya bisa digunakan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat karena meningkatnya investasi. "Pengusaha bisa mencermati hasil sensus tersebut untuk melihat peluang bisnis," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Umum BPS Sumut, Dadan Supriadi, mengatakan Sensus Ekonomi 2026 memasuki minggu terakhir, di mana pada 31 Agustus 2026 merupakan batas akhir pelaksanaannya.
"Di Sumatra Utara, capaiannya sudah 120% terhadap target. Sedangkan Medan mencapai 117%. Capaian tersebut termasuk data yang belum ditemukan. Apabila dipisah dengan data yang belum ditemukan, maka data yang bisa ditemukan atau baru mencapai sekitar 65%. Mudah-mudahan dari sisa waktu yang ada ini, diharapkan bisa 100%," ujarnya. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Sofyan Tan: Sensus Ekonomi 2026 Alat untuk Teropong Arah Kebijakan Negara"
Posting Komentar