Tekanan Jual Surat Hutang masih Menghantui, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah
Grafik pergerakan IHSG, Kamis (24/9/2026). Sepanjang perdagangan IHSG konsisten berada di zona merah dan akhirnya ditutup melemah 1,2% di level 6.298,607.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,2% di level 6.298,607 setelah selama sesi perdagangan berlangsung berada di zona merah dan sempat menyentuh level terendahnya 6.287.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, ada banyak faktor yang menyebabkan pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini.
Yakni pelemahan mata uang Rupiah, sentimen negatif memburuknya kinerja bursa saham di Asia, hingga kenaikan harga minyak mentah dunia.
Mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah di level 17.885 per Dolar AS. Selama sesi perdagangan berlangsung Rupiah ditransaksikan di zona merah dan sempat berada di atas level 17.900.
“Selanjutnya harga minyak mentah dunia juga terpantau naik dan ditransaksikan dikisaran harga US$104,4 per barelnya,” ujar Gunawan di Medan, Kamis (24/9/2026).
Gunawan menyebut, Ada banyak tekanan eksternal yang membuat pasar keuangan tanah air kompak di zona merah.
IHSG dan Rupiah sulit untuk keluar dari tekanan pasar pada perdagangan hari ini. Sementara itu pada perdagangan besok tidak ada banyak sentimen yang akan mempengaruhi kinerja pasar. Sehingga rencana kenaikan suku bunga acuan The Fed masih akan bertahan.
“Dan yang perlu diwaspadai adalah bila tekanan jual pada obligasi AS masih terus berlanjut. Dan akan terlihat nantinya dari imbal hasil US Treasury yang alami peningkatan, sehingga pada perdagangan besok pasar keuangan masih dalam ketidakpastian,” sebutnya.
Terpisah harga emas ditransaksikan melemah ke level US$4.256 per ons troy, atau sekitar Rp2,46 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Tekanan Jual Surat Hutang masih Menghantui, IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah"
Posting Komentar