IHSG dan Rupiah Kembali Melemah, Harga Emas Juga Turun
LensaMedan - Tekanan jual pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terjadi sejalan dengan memburuknya kinerja pasar saham di Asia, setelah sebelumnya bursa saham di AS juga mengalami pelemahan dipicu oleh memburuknya kinerja saham saham teknologi.
IHSG mengawali perdagangan pagi ini dengan dibuka melemah ke level 4.955. Secara teknikal IHSG bahkan berpeluang untuk menguji level resisten 4.900.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, sentimen regional Asia menjadi salah satu alasan utama yang membuat IHSG berpeluang untuk berada di zona merah selama sesi perdagangan berlangsung.
“Ditambah lagi kinerja mata uang Rupiah yang juga ditransaksikan melemah ke level 18.125 per dolar AS,” ujar Gunawan di Medan, Jumat (6/11/2026).
Gunawan melanjutkan, sentimen dari tanah air datang dari Bank Indonesia yang akan merilis data cadangan devisa.
Data ini dikatakannya akan menggambarkan posisi cadangan devisa setelah muncul ancaman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pelaku pasar akan mengamati posisi cadangan tersebut dengan upaya menjaga stabilitas Rupiah belakangan ini.
“Semakin kecil cadangan yang terkuras maka akan muncul persepsi positif bagi pelaku pasar,” sebutnya.
Terpisah, harga emas dunia ditransaksikan sedikit terkoreksi di kisaran US$4.056 per ons troy, atau di kisaran Rp2,37 juta per gram.
Harga emas kembali mengalami tekanan seiring dengan kenaikan terbatas harga minyak dunia ke level US$99 per barel.
Minimnya sentimen pada perdagangan hari ini membuat harga emas dan minyak cenderung bergerak berlawanan arah. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Kembali Melemah, Harga Emas Juga Turun"
Posting Komentar