Delapan Perwakilan Sumatra Utara Siap Bersaing di Ajang Pemilihan Puteri Anak Indonesia, Puteri Remaja Indonesia 2026

Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia Sumatra Utara, Rita Santi Sinaga, berfoto bersama delapan perwakilan di ajang nasional Pemilihan Puteri Anak Indonesia, Puteri Remaja Indonesia, dan Puteri Batik Indonesia 2026 di Jakarta, saat menggelar temu pers yang digelar di Medan, Minggj (25/10/2026).lensamedan-juli simanjuntak

Lensamedan – Sumatra Utara mengirimkan delapan perwakilan di ajang nasional Pemilihan Puteri Anak Indonesia, Puteri Remaja Indonesia, dan Puteri Batik Indonesia 2026 di Jakarta.

Mereka yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Sumatra Utara ini akan membawa beragam advokasi, mulai dari pelestarian batik khas Sumatra Utara, kepedulian terhadap lingkungan, hingga persoalan komunikasi anak dan pergaulan bebas di kalangan remaja.

Regional Director Puteri Anak dan Remaja Indonesia Sumatra Utara, Rita Santi Sinaga, mengatakan mereka yang terpilih mewakili Sumatra Utara ini telah menjalani persiapan sejak terpilih dalam ajang tingkat provinsi pada Mei 2026.

Mulai dari pelatihan catwalk, kemampuan berbicara di depan umum atau public speaking, pengembangan bakat, hingga penguatan mental dan wawasan.

“Keberangkatan ini bukan sekadar membawa nama daerah, tetapi mereka membawa kebanggaan Sumatera Utara. Kami percaya mereka siap secara mental, bakat, dan wawasan untuk bersaing di tingkat nasional,” ujar Rita di Medan, Minggu (25/10/2026).

Rita Susanti berharap masyarakat Sumatra Utara turut memberikan dukungan dan doa agar para perwakilan daerah tersebut dapat memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi di tingkat nasional.

Ia optimistis para peserta asal Sumatra Utara mampu bersaing. Pada penyelenggaraan sebelumnya, perwakilan Sumatera Utara juga berhasil meraih prestasi di kategori remaja.

“Memang kalau kita lihat, persaingannya cukup ketat karena peserta dari daerah lain juga bagus-bagus. Namun, saya yakin dengan anak-anak Sumatra Utara,” katanya.

Delapan perwakilan tersebut yakni Gillian Victoria Chandra sebagai Puteri Anak Indonesia Sumatera Utara 2026, Keizha Ivania Br Sembiring sebagai Puteri Batik Remaja Sumatra Utara 2026, Sarah Carolyn Suntiur Saing sebagai Puteri Remaja Indonesia Sumatra Utara 2026, serta Tamara Sari Sipayung sebagai Puteri Remaja Indonesia Lingkungan Sumatra Utara 2026.

Selanjutnya, Cahaya Simanjuntak sebagai Puteri Batik Cilik Sumatra Utara 2026, Elora Sibarani sebagai Runner Up 2 Puteri Batik Cilik Sumatra Utara 2026, Callysta Berlian G Hutabarat sebagai Puteri Anak Indonesia Pariwisata Sumatra Utara 2026, dan Queen Siregar sebagai Puteri Anak Indonesia Lingkungan Sumatra Utara 2026.

Setiap perwakilan Sumatra Utara membawa advokasi yang berbeda sesuai kategori dan isu yang ingin mereka angkat.

Sarah Carolyn Suntiur Saing, Puteri Remaja Indonesia Sumatra Utara 2026, mengusung advokasi bertajuk Generasi Cerdas Tanpa Pergaulan Bebas.

Ia menilai persoalan pergaulan bebas perlu mendapat perhatian karena masih ada remaja seusianya yang terjebak dalam pergaulan berisiko.

“Sebagai remaja, saya melihat banyak teman-teman sebaya yang sudah terjebak dalam pergaulan bebas. Saya ingin mengangkat advokasi ini agar teman-teman lebih sadar akan bahayanya dan fokus pada apa yang ingin mereka capai pada masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Tamara Sari Sipayung yang mewakili kategori Puteri Remaja Indonesia Lingkungan Sumatra Utara 2026 ingin mengajak masyarakat mengubah pola hidup agar lebih peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, kebiasaan seperti membuang sampah sembarangan dan menebang pohon tidak seharusnya dianggap sebagai persoalan sepele. Perubahan pola pikir dan gaya hidup menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Di kategori anak, Gillian Victoria Chandra sebagai Puteri Anak Indonesia Sumatra Utara 2026 menyoroti pentingnya kemampuan komunikasi anak-anak Indonesia.

Ia menilai interaksi anak dapat berkurang ketika proses pembelajaran lebih banyak dilakukan dari rumah, termasuk dalam situasi yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan kebakaran hutan di Kalimantan.

Melalui advokasinya, ia ingin mendorong anak-anak agar mampu berkomunikasi dengan baik serta menyampaikan gagasan mereka, termasuk dalam menghadapi persoalan yang berdampak luas bagi masyarakat.

Adapun Callysta Berlian G Hutabarat, Puteri Anak Indonesia Pariwisata Sumatra Utara 2026, akan memperkenalkan destinasi wisata Sumatra Utara, seperti Danau Toba dan Istana Maimun, kepada masyarakat yang lebih luas.

Ia berharap keikutsertaannya dapat menjadi kesempatan untuk mengenalkan potensi pariwisata daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan Sumatra Utara.

Sementara itu, Queen Siregar sebagai Puteri Anak Indonesia Lingkungan Sumatra Utara 2026 akan membawa advokasi yang mengajak anak-anak menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, termasuk dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Perkenalkan Batik Khas Sumatra Utara

Cahaya Simanjuntak, Puteri Batik Cilik Sumatra Utara 2026 berfoto bersama Elora Sibarani yang meraih posisi Runner Up 2 Puteri Batik Cilik Sumatra Utara 2026, Minggu (25/10/2026).lensamedan-juli simanjuntak

Perhatian terhadap kebudayaan daerah menjadi salah satu hal yang dibawa para perwakilan Sumatra Utara, khususnya melalui kategori Puteri Batik.

Keizha Ivania Br Sembiring, Puteri Batik Remaja Sumatra Utara 2026 ingin membawa batik Karo ke jenjang yang lebih tinggi agar semakin dikenal masyarakat luas.

Bagi Keizha yang saat ini duduk di kelas XI SMA Negeri 1 Kabanjahe, mengikuti ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan batik Sumatra Utara sekaligus menunjukkan kecintaannya terhadap budaya daerah.

Hal serupa dilakukan Cahaya Simanjuntak, Puteri Batik Cilik Sumatra Utara 2026. Siswa SMP Santa Lusia Siborong-borong, Tapanuli Utara ini akan membawa advokasi bertajuk Sinar Batik Cahaya dengan slogan Satu Garis Seribu Makna.

Advokasi tersebut bertujuan mengajak generasi muda agar tidak meremehkan batik dan lebih mengenal makna di balik motif-motif yang dimiliki setiap daerah.

“Batik bukan hanya sekadar garis dan motifnya, tetapi mempunyai fakta dan makna dari setiap batik daerah itu sendiri,” kata Cahaya yang bercita-cita menjadi dokter umum.

Ia secara khusus memilih batik Gorga sebagai batik yang ingin diperkenalkan dalam ajang nasional. Menurutnya, batik Gorga memiliki keunikan tersendiri karena proses pembuatannya membutuhkan ketekunan.

Ketertarikan Cahaya terhadap batik telah tumbuh sejak kecil. Ia mulai belajar membatik menggunakan canting sejak kelas VI SD, dengan dukungan keluarga dan bimbingan neneknya yang mengenal proses pembuatan batik.

“Saya sudah belajar membuat batik sejak kelas 6, belajar dari Nenek yang mengerti soal pembuatan batik,” ungkapnya.

Cahaya bahkan mengembangkan motif sendiri dengan menambahkan unsur bintang dan cahaya berwarna kuning serta oranye. Motif tersebut disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan melalui advokasinya.

Dalam persiapannya menuju tingkat nasional, Cahaya juga berlatih public speaking, mempersiapkan mental, menjalani latihan psikotes, serta memastikan kebutuhan yang akan dibawa selama kegiatan.

Sementara itu, Elora Sibarani yang meraih posisi Runner Up 2 Puteri Batik Cilik Sumatra Utara 2026 juga ingin berkontribusi dalam memperkenalkan batik daerah, khususnya batik Gorga.

Para peserta dijadwalkan berangkat secara bertahap pada 26 dan 28 Oktober 2026. Rangkaian karantina nasional dimulai pada 28 Oktober, sedangkan malam final dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober 2026. (*)


(Medan)


Belum ada Komentar untuk "Delapan Perwakilan Sumatra Utara Siap Bersaing di Ajang Pemilihan Puteri Anak Indonesia, Puteri Remaja Indonesia 2026"

Posting Komentar

Polda Sumut Tangkap 2 Terduga Pelaku Pembunuhan Driver Online

Dua terduga pelaku pencurian dengan kekerasan terhadao driver online yang berhasil ditangkap Polda Sumut, Jumat (23/10/2026).lensamedan-ist ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel