Tekanan Jual Surat Hutang AS Memburuk, Rupiah Melemah Dekati Level 18.000

Lembaran uang kertas Rupiah.lensamedan-ist 

LensaMedan - Imbal hasil US Treasury 10 tahun kembali naik diatas 5%, atau dikisaran 5,12% pada perdagangan pagi ini.

Kenaikan imbal hasil US Treasury tersebut turut diikuti dengan kenaikan USD index ke level 101,15.

Dua indikator tersebut dikatakan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, akan menghempaskan kinerja mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini.

Tekanan jual pada obligasi AS kembali membuktikan bahwa pelaku pasar masih mengharapkan keuntungan yang lebih, dan sekaligus juga bukti bahwa menaikkan bunga acuan The Fed dinilai belum cukup.

Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah ke level 17.890 per US Dolar.

Dominasi sentimen negatif eksternal memicu pelemahan Rupiah pada perdagangan pagi ini.

Pasar tengah membentuk keseimbangan harga keuangan yang baru, yang tentunya akan memicu tekanan sektor keuangan di tanah air.

Lonjakan pada USD Index dan imbal hasil US Treasury akan membuat Rupiah kian mendekati level psikologis 18 ribu.

"Dan yang perlu dikhawatirkan selanjutnya adalah tensi geopolitik yang memburuk dan dengan mudah berubah suatu saat," ujar Gunawan Benjamin, di Medan, Kamis (24/9/2026).

Gunawan menyebut, tekanan kian memburuk jika sinyal kenaikan bunga acuan oleh Bank Sentral AS kian mendekati kenyataan, hal ini juga akan memicu koreksi pada pasar keuangan di tanah air serta tekanan pada harga komoditas khususnya emas.

Selain Rupiah yang mengalami tekanan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga diperdagangkan melemah di level 6.364 pada sesi pembukaan perdagangan.

IHSG dibuka di zona negatif, sejalan dengan koreksi yang terjadi pada mayoritas bursa saham yang ada di kawasan Asia.

"Baik IHSG dan Rupiah diproyeksikan akan berada di zona merah selama sesi perdagangan berlangsung," sebutnya.

Terpisah harga emas dunia kembali mengalami tekanan.

Harga emas saat ini ditransaksikan di kisaran level US$4.290 per ons troy, atau sekitar Rp2,48 juta per gramnya.

Kenaikan harga minyak mentah dunia jenis Brent dikisaran level US$102 per barel ditambah dengan membaiknya kinerja USD Index, memicu koreksi yang terjadi pada harga emas. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Tekanan Jual Surat Hutang AS Memburuk, Rupiah Melemah Dekati Level 18.000"

Posting Komentar

Tekanan Jual Surat Hutang AS Memburuk, Rupiah Melemah Dekati Level 18.000

Lembaran uang kertas Rupiah.lensamedan-ist  LensaMedan - Imbal hasil US Treasury 10 tahun kembali naik diatas 5%, atau dikisaran 5,12% pada...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel