IHSG Terpuruk di Awal Pekan, Rupiah Nyaris Sentuh 18 Ribu Per Dolar AS
Grafik pergerakan IHSG.Pada perdagangan sesi pertama Senin (28/9/2026), IHSG terpuruk di zona merah.lensamedan-istLensaMedan - Dalam sepekan kedepan ada banyak agenda ekonomi penting yang akan dirilis baik dari dalam maupun luar negeri.
Dari tanah air akan ada rilis data inflasi yang akan menjadi salah satu acuan bagaimana pasar melihat kemungkinan perubahan suku bunga acuan kedepan.
Meksipun demikian data inflasi diproyeksikan tidak akan banyak memberikan perubahan besar pada kinerja sektor keuangan di tanah air.
Selain itu ada data indeks manufaktur China dan data inflasi AS yang juga akan dirilis dalam sepekan kedepan. Data tersebut akan menunjukan bagaimana kemungkinan arah kebijakan suku bunga acuan The Fed kedepan.
Inflasi AS yang membukukan kenaikan akan membuat The Fed atau Bank Sentral AS kian dekat dengan kebijakan pengetatan moneter hingga tutup tahun 2026.
Di luar data tersebut pelaku pasar tentu akan disuguhi dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dan di awal pekan ini tensi geopolitik masih belum padam dan eskalasinya kembali meningkat.
Harga minyak mentah jenis Brent kembali naik dan diperdagangkan di kisaran US$106,7 per barel pada perdagangan pagi ini.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, kenaikan harga minyak mentah tersebut menjadi sentimen buruk bagi pasar keuangan di awal pekan.
Mayoritas bursa saham di Asia pada perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah. Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) di sesi pembukaan perdagangan juga terpantau turun di level 6.209. Bahkan sejauh ini IHSG sudah berada di bawah level psikologis 6.200.
Tekanan pasar keuangan domestik tidak berhenti di IHSG, karena mata uang Rupiah juga melemah ke level 17.950 per Dolar AS.
Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini nyaris sentuih 18 ribu per Dolar AS. Imbal hasil US Treasury juga masih bertengger di atas 5,2%, yang menunjukan tekanan jual di pasar surat hutang masih berlanjut.
Tekanan ini bisa merembet pada pasar obligasi negara lain karena ada perebutan likuiditas yang semakin ketat.
“Pada perdagangan hari ini Rupiah sangat berpeluang untuk ditransaksikan di level 18 ribu sementara berpeluang membuat IHSG menguji level 6.150,” ujar Gunawan di Medan, Senin (28/9/2026).
Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.215 per ons troy, atau sekitar Rp2,4 juta per gram. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Terpuruk di Awal Pekan, Rupiah Nyaris Sentuh 18 Ribu Per Dolar AS"
Posting Komentar