IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Tajam, Harga Emas Terpuruk
LensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk sangat dalam dengan membukukan pelemahan 1,51% di level 6.147.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG ditransaksikan di zona merah, dan menyentuh level terendahnya 6.140.
Di saat yang bersamaan, kinerja mata uang Rupiah juga ditransaksikan di zona merah, dan ditutup di level 17.965 per Dolar AS.
Rupiah sendiri sempat terpuruk hingga ke level 18.000, sebelum akhirnya mengurangi kerugiannya dan bertahan sedikit di bawah level psikologis hingga penutupan.
“Namun tekanan terhadap Rupiah dikhawatirkan masih akan terus berlanjut seiring dengan mengeringnya likuiditas valas di pasar global,” ujar Gunawan di Medan, Senin (28/9/2026).
Gunawan menyebut, tekanan jual pada surat hutang belakangan ini memicu kekhawatiran bahwa Rupiah tetap berpeluang untuk melanjutkan pelemahan.
Respon Bank Indonesia yang menahan suku bunga acuan sebelumnya sempat membuat Rupiah menguat. Namun sehari setelah kebijakan moneter BI diberlakukan, Rupiah langsung melemah saat US Treasury 10 tahun mencatatkan kenaikan imbal hasil di atas 5%.
Dan sejauh ini imbal hasil tersebut masih bertahan dengan perubahan yang terbilang sangat minim.
Potensi tekanan pada pasar keuangan tanah air juga belum mereda jika laju tekanan inflasi di tanah air maupun di AS membukukukan kenaikan.
“Ekspektasi tekanan inflasi memburuk juga terlihat dari lompatan harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di kisaran level US$108 per barel untuk jenis Brent,” sebutnya.
Di sisi lain harga emas pada perdagangan sore ini melemah tajam dikisaran US$4.158 per ons troy, atau sekitar Rp2,4 juta per gram. Harga emas kian terbenam seiring dnegan banyaknya sentimen buruk yang menekan kinerjanya. (juli simanjuntak)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Ditutup Melemah Tajam, Harga Emas Terpuruk "
Posting Komentar