Harga Minyak Tembus US$100 Per Barel, IHSG Melemah namun Rupiah Masih Mampu Menguat

Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Rabu (9/9/2026), IHSG tak mampu bertahan di zona hijau dan akhirnya ditutup melemah 0,12% di level 6.678,201.lensamedan-ist

LensaMedan - Indeks kepercayaan konsumen tanah air menunjukan perbaikan kinerja pada bulan Juli menjadi 118,65. Data tersebut menunjukan bahwa niat belanja konsumen di tanah air berpeluang mengalami pemulihan. 

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, data indeks kepercayaan konsumen yang membaik pada dasarnya menjadi angin segar bagi pasar keuangan domestik. 

Sayangnya, perbaikan pada indeks kepercayaan konsumen justru tidak ditopang dengan sentimen positif eksternal serta pemulihan pada data ekonomi domestik lainnya.

“Seperti data penjualan kendaraan bermotor yang terpantau mengalami perlambatan di level 3,81% secara tahunan (yoy), termasuk juga melambatnya penjualan mobil di bulan Agustus sebesar 32,4% year on year,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (9/9/2026). 

Dari sisi eksternal, kata Gunawan, kenaikan harga minyak mentah dunia juga telah memicu sentimen negatif pada pasar keuangan di tanah air.

Di sesi penutupan perdagangan, IHSG melemah 0,12% di level 6.678,201 setelah sempat dibuka menguat di awal sesi perdagangan, dan sempat menyentuh level terendahnya di angka 6.642. 

Pasar saham mengalami tekanan seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia dimana untuk jenis Brent harganya menyentuh US$100,3 per barel.

Tekanan fiskal kembali membayangi, dan dikhawatirkan jika tensi geopolitik kian memburuk akan membuat harga minyak mentah bertahan mahal. 

Namun mata uang Rupiah pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penguatan. Upaya pemerintah AS yang meredam tekanan jual pada surat hutangnya akan membuat aliran dana membanjiri pasar keuangan.

Hal ini akan membuat arus dana asing berpeluang masuk ke pasar keuangan dalam jumlah besar dan menciptakan tekanan pada mata uang Dolar AS itu sendiri. 

“Penguatan mata uang Rupiah belakangan ini juga terdorong sentimen domestik khususnya setelah Gubernur BI Destry Damayanti resmi dilantik,” katanya. 

Di sisi lain harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level $4.397 per ons troy, atau sekitar Rp2,48 juta per gram. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Tembus US$100 Per Barel, IHSG Melemah namun Rupiah Masih Mampu Menguat"

Posting Komentar

Sumut Catat Penggunaan Listrik EBT 46%, Pemprov Dorong Investasi Energi Ramah Lingkungan

Sekretaris Dinas Perindustrian Dan Perdagangan (Disperindag), Yosi Sukmono, saat memberikan keterangan terkait stabilitas harga bahan pokok ...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel