Harga Minyak Dunia Berbalik Naik, IHSG dan Rupiah Melemah di Sesi Pembukaan
LensaMedan - Harga minyak mentah dunia untuk jenis Brent Kembali bergerak naik level US$106 per barel setelah Iran dikabarkan akan bertemu dengan sejumlah wakil negara-negara eluk di Oman terkait pembahasan mengenai Selat Hormuz.
Sebelumnya harga minyak mentah dunia sempat terpantau bergerak stabil dalam rentang US$100 hingga US$104 per barel. Harga minyak dunia naik ditengah kabar serangan ke kapal pengangkut minyak di Selat Hormuz.
Pasar saham di Asia mayoritas merespon dengan dibuka melemah pada sesi perdagangan pagi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga mengalami pelemahan di sesi pembukaan perdagangan pada level 6.533.
Di sisi lain, kinerja mata uang rupiah juga terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan pagi ini dikisaran level 17.610 per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, minimnya sentimen di awal pekan membuat pasar keuangan cenderung merespon negatif geopolitik di Timur Tengah.
Dalam sepekan kedepan akan ada banyak agenda ekonomi penting yang akan tersaji. China akan meerilis banyak data ekonomi penting yang akan menjadi sorotan pelaku pasar di negara emerging market Asia. Disusul kemudian AS juga akan merilis banyak data ekonomi penting lainnya.
“Dan dari semua data penting yang akan tersaji dalam sepekan kedepan, kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral AS yang akan menjadi isu utama yang akan menggerakan sektor keuangan,” sebut Gunawan di Medan, Senin (14/9/2026).
Terpisah, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.350 per ons troy, atau sekitar Rp2,47 juta per gramnya.
Kenaikan harga minyak mentah dunia sementara dinilai Gunawan memicu kekhawatiran terjadinya lonjakan inflasi. Ditambah data inflasi AS pada pekan sebelumnya menunjukan bahwa arah kebijakan moneter Bank Sentral AS atau The Fed mengarah pada kemungkinan kebijakan moneter ketat.
Hal ini tercermin dari kenaikan imbal hasil US Treasury yang nyaris menyentuh 5% atau tepatnya dikisaran 4,9%. Sementara itu USD Index chart masih berada di kisaran level 99.
“Dua indikator keuangan AS ini tetap memberikan kemungkinan tekanan pada harga emas maupun mata uang Rupiah dalam jangka pendek,” pungkasnya. (*)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Harga Minyak Dunia Berbalik Naik, IHSG dan Rupiah Melemah di Sesi Pembukaan"
Posting Komentar