BI akan Putuskan Suku Bunga Acuan, IHSG Melemah Tajam Tapi Rupiah Nyaman di Zona Hijau
Lembaran Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan Rabu (19/8/2026) sesi pertama, nilai tukar Rupiah menguat terhadap Dolar AS lensamedan-istLensaMedan - Bank Indonesia (BI) diproyeksikan akan mempertahankan besaran suku bunga acuan di level 575% dalam Rapat Dewan Gubernur yang dijadwalkan digelar pada hari ini.
Dengan demikian, kebijakan BI diproyeksikan tidak akan banyak memberikan perubahan bagi kinerja pasar keuangan domestik.
Di sisi lain, situasi geopolitik di Timur Tengah kembali menunjukan adanya potensi eskalasi yang meningkat.
Presiden AS menyatakan tidak akan melanjutkan pembicaraan dengan Iran, seraya mempertegas akan ada tindakan lanjutan terhadap Selat Hormuz.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar mengkhawatirkan kemungkinan perang darat antara Iran dan AS pecah dalam waktu dekat.
Mengingat Iran dikabarkan tengah melakukan persiapan terhadap kemungkinan serangan darat AS ke wilayah Iran.
"Sehingga geopolitik di Timur Tengah masih menjadi ancaman besar bagi kinerja sektor keuangan kedepan," ujar Gunawan di Medan, Rabu (19/8/2026).
Pada sesi perdagangan pagi, kata Gunawan, bursa saham di Asia mayoritas ditransaksikan di zona merah.
Termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga turut melemah ke level 6.408 pada sesi pembukaan perdagangan dan sejauh ini sudah ditransaksikan di bawah level tersebut.
Sementara itu harga minyak mentah dunia masih bertahan dengan kecenderungan menembus level psikologis US$92 per barel.
Harga minyak mentah dunia jenis Brent saat ini ditransaksikan dikisaran harga US$91.9 per barelnya.
Di sisi lain, mata uang Rupiah pada sesi perdagangan pagi ini ditransaksikan menguat tipis ke level 17.830 per Dolar AS.
"Kinerja mata uang Rupiah sedikit menguat ditengah tekanan yang dialami oleh USD Index ke level 99,6," sebutnya.
Terpisah, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.353 per ons troy atau sekitar Rp2,5 juta per gramnya.
Harga emas mengalami tekanan seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS yang membuat US Treasury AS lebih menarik dibandingkan dengan emas. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "BI akan Putuskan Suku Bunga Acuan, IHSG Melemah Tajam Tapi Rupiah Nyaman di Zona Hijau"
Posting Komentar