Rupiah Sentuh 18 Ribu, IHSG Kokoh di Zona Hijau
Lembaran Dolar AS. Pada perdagangan Kamis (2/7/2026), mata uang Dolar AS masih terlalu perkasa untuk Rupiah.lensamedan-istLensaMedan - Mata uang Rupiah selama sesi perdagangan konsisten berada di zona merah, dan pada akhirnya kembali menyentuh level 18 ribu per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, tekanan pada mata uang Rupiah belum mereda ditengah memburuknya sejumlah data ekonomi sebelumnya.
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru mampu bertahan di zona selama sesi perdagangan berlangsung.
IHSG konsisten menguat, dan bergerak dalam rentang 5.704 hingga 5.806 sebelum akhirnya ditutup naik 0,87% di level 5.744,556.
Kinerja IHSG membaik, melawan tekanan mata uang Rupiah, dan menuruknya mayoritas bursa saham di Asia.
"Sejumlah saham seperti BMRI, BBCA, BBRI, BUMI hingga ANTM turut berkontribusi pada penguatan IHSG," ujar Gunawan di Medan, Kamis (2/7/2026).
Pelaku pasar selanjutnya akan fokus pada rilis data klaim pengangguran AS yang akan menjadi sentimen pada perdagangan besok, berikut sejumlah data penting lainnya.
Ditengah minimnya sentimen pasar, kinerja sektor keuangan akan sangat sensitif dengan dinamika geopolitik.
Di sisi lain kata Gunawan, harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$4.070 per ons troy, atau sekitar Rp2,36 juta per gram.
Kegelisahan pelaku pasar akibat tekanan yang terjadi pada harga emas belakangan ini mulai terkikis.
Penurunan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu alasan yang membuat harga emas mulai berbalik arah.
"Walaupun masih dibayangi ketidakpastian geopolitik yang kapan saja bisa merubah arah pergerakan emas," tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah Sentuh 18 Ribu, IHSG Kokoh di Zona Hijau"
Posting Komentar