Program Konservasi YEL di Harangan Tapanuli Raih Dukungan Satellites for Biodiversity Award
LensaMedan - Program konservasi dan perlindungan habitat yang dijalankan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) di Ekosistem Batang Toru (Harangan Tapanuli) terpilih sebagai salah satu program yang mendapat dukungan dari The Connected Conservation Foundation (CCF) dan Airbus Foundation melalui ajang Satellites for Biodiversity Award yang keempat.
Kepala Divisi Exsitu YEL-SOCP, Julius Paolo Siregar, mengatakan, dukungan ini memberikan akses bagi para praktisi terhadap citra satelit mutakhir, perangkat Observasi Bumi yang canggih, serta keahlian teknis untuk mendeteksi ancaman, memantau perubahan, dan berkontribusi pada pemulihan ekosistem Batang Toru ( Harangan Tapanuli) yang dapat diakses secara real time.
YEL-SOCP dikatakan Julius menyambut baik dukungan dari The Connected Conservation Foundation (CCF) dan Airbus Foundation melalui Satellites for Biodiversity Award.
Dukungan ini akan memperkuat upaya konservasi dan perlindungan habitat orangutan Tapanuli yang dilakukan di Ekosistem Batang Toru atau sering disebut Harangan Tapanuli.
Akses terhadap citra satelit, teknologi Observasi Bumi, dan pendampingan teknis akan membantu kami memantau perubahan tutupan hutan, mengidentifikasi ancaman terhadap habitat secara lebih cepat, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Teknologi ini menjadi pelengkap bagi kerja lapangan yang selama ini dilakukan bersama masyarakat, pemerintah, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat semakin memperkuat upaya menjaga Harangan Tapanuli sebagai habitat penting Orangutan Tapanuli dan berbagai keanekaragaman hayati lainnya, sekaligus mendukung pengelolaan ekosistem yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Julius di Medan, Kamis (2/7/2026).
Sebelumnya Direktur Eksekutif CCF, Sophie Maxwell, mengatakan, aktivitas manusia telah mengubah ekosistem dengan laju yang belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga spesies dan komunitas harus menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
"Namun, kondisi bentang alam ini masih bisa dipulihkan. Dengan memadukan pengamatan bumi, kecerdasan buatan (AI), keahlian lokal, dan kepemimpinan masyarakat, kita dapat membantu tim konservasi memahami perubahan yang terjadi, merespons lebih cepat, serta mendukung pemulihan alam," ujar Sophie Maxwell dalam siaran pers yang diterima di Medan, Rabu (1/7/2026).
Sementara itu, Direktur Pelaksana Airbus Foundation, Hania Tabet, mengatakan, tantangan lingkungan yang ditangani oleh proyek-proyek ini bersifat mendesak dan kompleks.
Melalui kemitraan dengan Connected Conservation Foundation, Airbus Foundation senang dapat mendukung para pemimpin konservasi ini dengan menyediakan citra satelit, perangkat, dan keahlian teknis yang diperlukan untuk lebih memahami perubahan, menentukan sasaran tindakan, serta memantau dampaknya.
“Kami sangat optimis dengan potensi inisiatif-inisiatif ini untuk direplikasi dan diperluas cakupannya demi dampak yang lebih luas. Proyek-proyek ini secara nyata menunjukkan bagaimana Observasi Bumi dapat membantu mengubah pengetahuan menjadi tindakan restoratif yang efektif bagi alam dan masyarakat yang bergantung padanya,” ujar Hania.
Sejak diluncurkan di tahun 2022, Satellites for Biodiversity Award telah mendukung para praktisi konservasi di seluruh dunia dengan menyediakan akses terhadap teknologi pengamatan bumi yang canggih, keahlian teknis, serta pembelajaran kolaboratif.
Melalui pertukaran data, metode, dan pembelajaran secara terbuka lewat The Ecosystem Insight Hub, penghargaan ini turut mempercepat penerapan solusi yang dapat diperluas skalanya demi konservasi keanekaragaman hayati dan pemulihan ekosistem. (*)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Program Konservasi YEL di Harangan Tapanuli Raih Dukungan Satellites for Biodiversity Award"
Posting Komentar