Rupiah dan IHSG Ditransaksikan di Zona Hijau, Harga Emas Naik Tajam
Lembaran uang kertas Rupiah. Pada perdagangan sesi pagi Jumat (3/7/2026), Rupiah ditransaksikan menguat di level 17.940 per Dolar AS.lensamedan-istLensaMedan - Nilai tukar Rupiah pada perdagangan pagi Jumat (3/7/2026) ditransaksikan menguat ke level 17.940 per Dolar AS.
Penguatan nilai tukar Rupiah ini disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin dipicu memburuknya kinerja Dolar AS terhadap Rupiah yang dipengaruhi melemahnya kinerja USD Index.
Data inisial klaim pengangguran AS yang membaik, membuat USD Index melemah ke level 100,8.
Sejumlah data ekonomi AS yang dirilis pada sesi perdagangan sebelumnya menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik termasuk Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG sendiri pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dibuka menguat ke level 6.806.
HSG berpeluang untuk bertahan di zona hijau selama sesi perdagangan berlangsung dan berkesempatan untuk naik dan kembali mendekati level 5.900.
"Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini setidaknya ditopang oleh Rupiah serta menguatnya mayoritas bursa saham di Asia," sebut Gunawan di Medan.
Di sisi lain, tensi geopolitik yang juga belum mereda sejauh ini masih relatif tidak begitu signifikan mengganggu arus perdagangan dari Selat Hormuz.
Gunawan menilai, pasar keuangan realtif aman dari potensi tekanan yang ditimbulkan, meskipun belum sepenuhnya lepas dari sentimen negatif yang bisa saja ditimbulkan dari tensi geopolitik yang tidak menentu saat ini.
Sementara itu harga emas dunia menguat tajam ke level US$4.178 per ons troy pada perdagangan pagi ini, atau sekitar Rp2,42 juta per gram.
Harga emas mengalami kenaikan setelah Bank Sentral AS memberikan pernyataan tidak perlu menaikkan suku bunga acuan dalam waktu dekat.
Alasannya karena laju tekanan inflasi memudar dalam sebulan terakhir. Kondisi ini tidak terlepas dari melemahnya harga minyak mentah dunia.
Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan dan saat ini ditransaksikan dikisaran harga $68 hingga US$72 per barel.
"Melemahnya harga minyak mentah juga turut meredakan tekanan yang dialami oleh IHSG maupun mata uang Rupiah," tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah dan IHSG Ditransaksikan di Zona Hijau, Harga Emas Naik Tajam"
Posting Komentar