IHSG Berbalik Menguat, Rupiah Tetap Bertahan di Level 18 Ribu Per Dolar AS
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Kamis (9/7/2026), IHSG mampu berbalik arah dan akhirnya ditutup menguat 0,67% di level 5.912,462.lensamedan-istSejumlah emiten yang turut berkontribusi positif terhadap
penguatan IHSG diantaranya ada BBCA, BMRI, BUMI, BRPT dan TPIA.
Sementara mata uang Rupiah pada perdagangan hari ini tetap bertahan
di zona merah dan ditutup melemah ke level 18.070 per Dolar AS. Rupiah bahkan
terpantau sempat melemah hingga ke level 18.150 per Dolar AS.
Jika membandingkan antara kinerja Rupiah dengan USD Index,
sangat terlihat dimana USD Index bergerak melemah di bawah 101, namun tidak
mampu menjadi katalis positif bagi penguatan Rupiah pada hari ini.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan,
kinerja sektor keuangan tanah air tidak mampu lepas dari tekanan pada
perdagangan hari ini.
Ditengah memburuknya data penjualan ritel pada bulan Mei, data
retail sales tumbuh negatif 3,9% pada bulan Mei. Terkoreksinya data penjualan
ritel tersebut melanjutkan koreksi yang terjadi pada bulan April yang tumbuh -3,7%.
“Data penjualan ritel memberikan penjelasan yang nyata
terkait dengan memburuknya belanja masyarakat belakangan ini. Pasar saham
rentan mengalami tekanan ditengah memburuknya data tersebut,” ujar Gunawan di Medan,
Kamis (9/7/2026).
Terpisah harga emas dunia mengalami penguatan tipis di level
US$4.105 per ons troy, atau sekitar Rp2,39 juta per gramnya. Penguatan harga
emas lebih banyak dipengaruhi oleh faktor teknikal, setelah emas mengalami
tekanan jual sebelumnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Berbalik Menguat, Rupiah Tetap Bertahan di Level 18 Ribu Per Dolar AS"
Posting Komentar