Gelar Reses Aspirasi di Sibiru-biru, Sofyan Tan: Selalu Ada Alasan Kembali ke Sini
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, berfoto bersama warga dari sejumlah desa di Kecamatan Sibiru-biru saat melakukan reses aspirasi, Selasa (28/7/2026).lensamedan-istLensaMedan – Petai, gula aren, nanas, salak, hingga pisang. Bukan bingkisan mewah, bukan pula cendera mata mahal. Namun itulah hadiah paling tulus yang diterima Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, saat hendak meninggalkan Jambur Lau Sigembura, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (28/7/2026).
Usai sesi foto bersama dalam kegiatan reses serap aspirasi yang dihadiri lebih dari 2.000 warga, langkah Sofyan Tan mendadak terhenti. Puluhan ibu-ibu yang sejak awal telah berpesan kepada pembawa acara berdiri berbaris sambil menenteng hasil kebun mereka.
Ada yang membawa seikat petai, sebungkus gula aren, setangkai nanas, tiga gandeng kelapa parut, segoni salak, sesisir pisang, hingga berbagai hasil bumi lainnya.
Satu per satu mereka maju. Tak ada pidato panjang, tak ada seremoni. Mereka hanya ingin menyerahkan sedikit oleh-oleh sebagai ungkapan terima kasih kepada sosok yang selama bertahun-tahun mereka kenal karena memperjuangkan pendidikan anak-anak mereka.
Nilai pemberian itu mungkin tak seberapa. Namun ketulusan yang menyertainya jauh lebih besar dari apa pun yang bisa diukur dengan materi.
Di balik setiap buah, setiap gula aren, dan setiap hasil kebun yang mereka ulurkan, tersimpan doa serta harapan agar perjuangan untuk pendidikan anak-anak mereka tak pernah berhenti.
Pokok br Tarigan, warga Dusun I Desa Penungkiren, membawa satu plastik gula aren hasil olahan suaminya. Dengan senyum sederhana, ia mengatakan bingkisan itu hanyalah oleh-oleh kecil untuk dibawa pulang.
"Ini cuma sedikit dari kami. Anak saya yang sekarang duduk di bangku SMP sudah menerima PIP setiap tahun," tuturnya.
Sementara itu, Magdalena, warga Desa Periaria, memilih memberikan beberapa buah nanas dari kebunnya. Saat menyerahkannya langsung ke tangan Sofyan Tan, ia tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Ia mendoakan agar legislator yang telah membantu kedua anaknya memperoleh beasiswa itu selalu diberi kesehatan, umur panjang, dan terus diberi kekuatan untuk membantu masyarakat.
Pemandangan sederhana itu membuat Sofyan Tan tak kuasa menyembunyikan rasa harunya.
"Saya sangat terharu kalau datang ke Sibiru-biru," ujarnya.
Ia kemudian mengenang perjalanan panjang hubungannya dengan masyarakat di kecamatan tersebut. Pada Pemilu 2014, bahkan saat itu dirinya belum pernah berkunjung ke Sibiru-biru, ia telah memperoleh 334 suara.
Setelah beberapa kali datang membawa bantuan pendidikan ke sejumlah sekolah, dukungan masyarakat meningkat menjadi 1.974 suara di Pemilu 2019.
Lalu pada hasil Pemilu 2024 benar-benar membuatnya tercengang. Program Indonesia Pintar (PIP) yang berhasil ia salurkan di wilayah itu jumlahnya bahkan belum mencapai 2.000 penerima. Namun kepercayaan masyarakat melonjak hingga 4.460 suara. Bagi Sofyan Tan, angka itu bukan sekadar kemenangan politik.
"Itu adalah kepercayaan yang harus saya balas. Saya pegang janji, tidak ada dusta di antara kita. Karena itu saya terus berjuang," kata legislator Dapil Sumut 1 itu.
Janji itulah yang terus ia wujudkan. Hingga kini, sebanyak 179 anak dari Kecamatan Sibiru-biru berhasil menempuh pendidikan tinggi secara gratis melalui jalur aspirasi yang diperjuangkannya.
Perjuangannya bahkan tidak berhenti pada urusan pendidikan. Meski pembangunan jalan bukan menjadi bidang tugasnya di DPR RI, ia tetap membawa aspirasi masyarakat karena hampir setiap tahun bolak-balik melintasi ruas Sibiru-biru, STM Hulu hingga Gunung Meriah.
"Dulu kalau lewat sini seperti naik kapal goyang-goyang karena jalannya rusak. Setelah berkali-kali saya sampaikan dan bertemu Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, hari ini jalannya sudah jauh lebih baik," ungkapnya.
Di hadapan ribuan warga, Sofyan Tan kembali mengingatkan para orang tua agar tidak pernah menyerah menyekolahkan anak-anak mereka setinggi mungkin meski hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, pendidikan adalah jalan paling nyata untuk memutus rantai kemiskinan dan mengubah masa depan keluarga. Ia pun menceritakan kisah beberapa anak asuhnya yang dahulu hidup serba kekurangan, tetapi kini telah menjadi sarjana dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik.
Siang itu, sebelum benar-benar meninggalkan Sibiru-biru, Sofyan Tan membawa pulang lebih dari sekadar petai, gula aren, atau nanas. Ia membawa pulang kepercayaan masyarakat yang tumbuh dari hubungan yang terjalin selama bertahun-tahun.
Hubungan yang dibangun bukan hanya lewat janji, melainkan melalui pendidikan yang telah membuka harapan baru bagi ratusan anak di pelosok Deli Serdang.(*)
(Deli Serdang)
Belum ada Komentar untuk "Gelar Reses Aspirasi di Sibiru-biru, Sofyan Tan: Selalu Ada Alasan Kembali ke Sini"
Posting Komentar