Euforia Piala Dunia 2026 Jadi Pemicu Kebangkitan PSMS Menuju Pentas Dunia
LensaMedan - Laga final Piala Dunia 2026 antara Spanyol kontra Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB ini tidak hanya menjadi sejarah bagi sepak bola global, tetapi juga momentum penting untuk membakar kembali semangat pesepak bola di dalam negeri, khususnya di Medan.
Saksi mata jalannya partai puncak di MetLife tersebut, Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen menilai eforia final Piala Dunia ini harus menjadi suntikan inspirasi bagi ekosistem sepak bola di Indonesia, khususnya Kota Medan.
Menurutnya, atmosfer kompetisi elite dunia ini harus ditularkan ke tingkat lokal melalui masifnya turnamen antar-klub di berbagai penjuru Medan guna menjaring talenta-talenta muda yang andal. Tentu saja, hal ini memerlukan sinergi kuat antara DPRD, Pemko Medan, serta dukungan penuh dari para pecinta dan donatur sepak bola.
Keyakinan tersebut, lanjut Politisi PDI Perjuangan Medan ini sangat beralasan mengingat sejarah emas yang pernah diukir oleh PSMS Medan. Klub berjuluk Ayam Kinantan ini dulunya pernah disegani di kancah nasional hingga internasional berkat talenta murni anak-anak lokal Medan.
Berdasarkan catatan sejarah persepakbolaan nasional, PSMS Medan merupakan klub Indonesia pertama yang tampil di ajang AFC Champions Cup (kini Liga Champions Asia) era tahun 1970.
Pada era kejayaan tersebut, PSMS sukses menembus babak semifinal setelah membungkam tim kuat asal Thailand, Police FC, dengan skor telak 4-0.
"Kenapa dulunya bisa, sekarang harus bisa? Anak-anak Medan punya sejarah besar membawa nama harum kota ini tidak hanya di kancah nasional, tapi juga internasional," kata politisi yang juga suporter setia Ayam Kinantan. (Medan)

Belum ada Komentar untuk "Euforia Piala Dunia 2026 Jadi Pemicu Kebangkitan PSMS Menuju Pentas Dunia"
Posting Komentar