Awal Pekan Perdagangan: IHSG Ditutup Menguat, Tapi Rupiah Tertekan
Grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan. Pada perdagangan Senin (6/7/2026), IHSG ditutup menguat meski terbebani kinerja Rupiah yang melemah.lensamedan-istLensaMedan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini ditutup menguat 0,68% di level 5.916,07 setelah sempat melemah hingga ke level 5.857. Ada 386 emiten yang ditutup menguat, 242 emiten melemah dan 155 emiten melemah.
IHSG menguat ditengah pergerakan bursa saham di Asia yang ditutup mixed. Sejumlah emiten yang turut mendorong penguatan IHSG diantaranya adalah BBCA, BBRI, BMRI, BUMI, dan ANTM.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, IHSG yang selama sesi perdagangan berada di dua zona juga tidak terlepas dari volatilitas Rupiah yang sempat ditransaksikan dalam rentang harga 17.985 hingga 18.005.
Bahkan jika menggunakan paltform yang berbeda untuk melihat kinerja Rupiah, di hari ini Rupiah bahkan sempat melemah hingga ke level 18.050 per Dolar AS pada sesi perdagangan pagi.
Melemahnya Rupiah pada perdagangan hari ini juga tidak terlepas dari kinerja USD Index yang menguat selama sesi perdagangan berlangsung. Bankan pada sesi perdagangan sore, USD Index terpantau kembali menguat di kisaran angka 101.08.
“Penguatan USD Indes membuat Rupiah mengalami tekanan, meskipun IHSG cenderung mengabaikan pelemahan tersebut,” ujar Gunawan di Medan, Senin (6/7/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah di level US$4.150 per ons troy, atau sekitar Rp2,41 juta per gram.
Tekanan terhadap harga emas sejalan dengan Rupiah karena dipicu sentimen yang sama. Meski demikian jelang FOMC Meeting dalam waktu dekat emas berpotensi untuk rebound jika The Fed masih memberikan sinyal dovish. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Awal Pekan Perdagangan: IHSG Ditutup Menguat, Tapi Rupiah Tertekan "
Posting Komentar