Sejumlah Data Ekonomi Tanah Air Dirilis, Rupiah Hingga Emas Menguat
Uang kertas Rupiah. Pada penutupan perdagangan Selasa (2/6/2026), Rupiah mampu menguat tipis di level 17.835 per Dolar AS.lensamedan-istLensaMedan - Sejumlah data ekonomi yang tersaji pada perdagangan hari ini merealisasikan angka yang beragam. Data inflasi menunjukkan adanya kenaikan yang memicu kekhawatiran karena menyentuh 3,08%, artinya kian mendekati target atas Bank Indonesia 3,5%. Data tersebut cenderung menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan.
Selanjutnya ada data positif dari rilis indeks manufaktur tanah air yang kembali masuk dalam zona ekspansi. Namun sayangnya data surplus neraca perdagangan mengecil menjadi 90 juta Dolar AS pada bulan April, meski tetap mendapat respon positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 1, 11% ke level 6.195,427.
“Mata uang Rupiah juga merespon positif dengan ditutup menguat ke level 17.835 per Dolar AS, setelah sempat mengalami pelemahan mendekati level 18.000 pada sesi perdagangan pagi,” ujar Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Selasa (2/6/2026).
Selain data ekonomi, pelaku pasar disebutkan Gunawan juga tengah memantau efektivitas kebijakan devisa hasil ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia. Pasar akan melihat sejauh mana keberhasilan PT DSI dalam mendorong aliran uang masuk dalam bentuk DHE ke pasar keuangan domestik.
“Dan di waktu yang bersamaan, bulan ini pemerintah dikabarkan akan menyerap likuiditas dengan menerbitkan obligasi dalam mata uang asing,” sebutnya.
Terpisah harga emas dunia alami kenaikan di level US$4.528 per ons troy, atau sekitar Rp2,6 juta per gramnya. Harga emas terpantau alami kenaikan ditengah kabar negosiasi damai Iran dengan AS yang terhenti (deadlock). (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Sejumlah Data Ekonomi Tanah Air Dirilis, Rupiah Hingga Emas Menguat"
Posting Komentar