Rupiah Sentuh 17.900 Per, IHSG Hingga Emas Juga Terkoreksi
Grafik IHSG. Pada perdagangan Rabu (3/6/2026), IHSG dibuka menguat meski tak lama bergerak turun ke zona merah.lensamedan-istLensaMedan - Setelah serangkaian data ekonomi domestik pada perdagangan kemarin, pelaku pasar kembali fokus pada situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sejauh ini pelaku pasar masih menantikan hubungan antara Iran dengan AS, dimana AS menyatakan bahwa Iran telah memasang ranjau di Selat Hormuz.
Ketidakpastian negosiasi antara kedua belah pihak tersebut dinilai Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mendorong harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan.
Harga minyak mentah untuk jenis WTI ditransaksikan naik di level US$94.58 per barel, sementara itu harga minyak jenis Brent naik dikisaran US$96.7 per barel pada perdagangan pagi ini.
“Kenaikan harga minyak menunjukan bahwa pasar masih dihantui ketidakpastian yang mengakibat resiko geopolitik mencuat di pasar komoditas khususnya minyak,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (3/6/2026).
Dari Tanah Air, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan dibuka menguat di level 6.207, meskipun sejauh ini berbaik melemah dan ditransaksikan diksekitaran level support 6.070. Sementara mata uang Rupiah ditransaksikan melemah ke level 17.900 per Dolar AS.
Gunawan menyebut, Rupiah kembali melemah setelah data ekonomi tanah air pada perdagangan sebelumnya kurang begitu meyakinkan.
“Salah satunya dikarenakan surplus neraca perdagangan yang mengecil,” sebutnya
Dari pasar komoditas, harga emas dunia ditransaksikan melemah ke kisaran level US$4.478 per ons troy atau sekitar Rp2,59 juta per gram. Data ketenaga kerjaan AS yang membaik membuat spekulasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat mencuat dimana spekulasi tersebut merugikan harga emas untuk sementara waktu. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah Sentuh 17.900 Per, IHSG Hingga Emas Juga Terkoreksi"
Posting Komentar