Rupiah masih Melemah, Cadangan Devisa Turun US$1,3 Miliar Dalam Sebulan
Pecahan Dolar AS. Pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026), Dolar AS masih terlalu perkasa untuk Rupiah.lensamedan-ist LensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum mampu bangkit dan kembali terpuruk bahkan hampir menyentuh batas auto reject bawah 5%. IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah 4,52% di level 5.432,137.
Tidak hanya IHSG, mayoritas bursa saham di Asia juga ditutup melemah pada perdagangan hari ini. IHSG sempat terpuruk hingga ke level 5.317, dan berada di posisi tertingginya pada level 5.523.
Ada 661 saham yang mengalami koreksi, 78 emiten yang mengalami kenaikan dan 78 emiten lainnya stabil.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, penurunan kinerja IHSG pada perdagangan hari ini tidak terlepas dari memburuknya sentimen regional. Ditambah lagi rilis data cadangan devisa tanah air menunjukan adanya penurunan US$146,2 miliar pada bulan April menjadi US$144,9 miliar di bulan Mei.
“Penurunan cadangan devisa yang cukup signifikan sekitar US$1,3 miliar dalam sebulan salah satunya dikarenakan sebagai ongkos untuk menyelamatkan mata uang Rupiah dari tekanan yang bertubi-tubi,” ujar Gunawan di Medan, Senin (8/6/2026).
Besaran penurunan cadangan devisa tersebut dikatakan Gunawan menunjukan upaya untuk meredam tekanan Rupiah telah menghabiskan biaya yang cukup signifikan.
Upaya keras yang dilakukan oleh Bank Indonesia sejauh ini belum mampu menyelamatkan Rupiah ditengah fokus pasar yang tertuju pada pengelolaan APBN (fiskal).
Mata uang Rupiah terpantau mengalami pelemahan pada perdagangan hari ini dan ditutup melemah di level 18.170 per Dolar AS, setelah sempat terpuruk hingga ke level 18.190 per Dolar AS.
“Mata uang Rupiah nyaris sentuh 18.200, meskipun diperkirakan tetap ada tempat penukaran uang yang mematok harga 18.200 per dolarnya,” kara Gunawan.
Di sisi lain, harga emas dunia juga turut ditransaksikan melemah di level US$4.297 per ons troy, atau masih dikisaran harga Rp2,5 juta per gram. Tekanan harga emas kian meningkat ditengah kekhawatiran rilis data inflasi yang akan mengalami kenaikan dan berpeluang memicu kebijakan moneter ketat dalam waktu dekat. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah masih Melemah, Cadangan Devisa Turun US$1,3 Miliar Dalam Sebulan "
Posting Komentar