Revitalisasi Rumah Bolon Kerajaan Purba jadi Rekomendasi Utama Rakernas P3BP Indonesia

Rakernas Persadaan Purba Pakpak Boru Panogolan Indonesia berlangsung di Hotel Batavia, Pematangsiantar, Senin (1/6).
LensaMedan - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Parsadaan Purba Pakpak Boru Panogolan (P3BP) Indonesia berjalan lancar dan sukses, di Hotel Batavia, Kota Pematangsiantar, Senin (1/6/26).

Kegiatan yang digelar bersamaan dengan hari lahir Pancasila ini dihadiri unsur Dewan Pengawas DPP P3BP, jajaran pengurus harian DPP P3BP Indonesia, jajaran pengurus harian DPW P3BP Indonesia seperti DPW Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebeka), DPW Banten, DPW Jambi, DPW Pekan Baru, DPW Lampung, DPW Medan dan jajaran pengurus harian tingkat DPC seperti DPC Simalungun dan DPC Pematangsiantar serta para jajaran pengawas dari masing-masing tingkat DPW dan DPC. Sebagian peserta mengikutinya secara daring melalui aplikasi zoom.

Sedangkan para tamu undangan yang hadir diantaranya Bupati Simalungun, H Anton Achmad Saragih yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora yang juga membuka secara resmi Rakernas tersebut, Ketua DPRD Pematangsiantar, Timbul Marganda Lingga, Anggota DPRD Sumatera Utara, Timbul Jaya Sibarani dan Anggota DPRD Humbang Hasundutan, Poltak Purba.

Ketua Panitia Rakernas P3BP Indonesia, Armada Purba dalam laporannya menyampaikan kegiatan tersebut menjadi rakernas pertama yang digelar pada masa bakti pengurus DPP P3BP Indonesia periode 2025-2029 dibawah kepemimpinan Ketua Umum Jauliman Purba Pakpak, Sekretaris Alfagino Purba Pakpak dan Bendahara Neny Angelina br Purba Pakpak.

“Rakernas ini terselenggara atas perintah dari DPP P3BP yang menugaskan kami untuk menjadi tuan rumah. Semoga, lewat pelaksanaan rakernas ini maka P3BP Indonesia dapat menyusun program-program kerja untuk memajukan organisasi dan juga menjalin sinergi dengan pemerintah dalam rangka melestarikan adat istiada dan budaya Simalungun serta cagar budaya yang ada di Simalungun,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Umum P3BP Indonesia, Jauliman Purba Pakpak. Ia menjelaskan, Rakernas P3BP Indonesia mengagendakan pembahasan program kerja strategis yang akan menjadi agenda kerja P3BP dalam 5 tahun kedepan. Untuk mencapai hal tersebut, Rakernas kali ini mengagendakan pembahasan dan penyempurnaan AD/ART organisasi, pembahasan strategis mengenai revitalisasi Rumah Bolon di Pematang Purba dan program pemberdayaan ekonomi lewat pembentukan usaha yang akan dikelola oleh organisasi.

“Tiga hal ini menjadi hal yang penting untuk dibahas oleh peserta yang tujuannya adalah untuk mewujudkan Tema yang kita usung pada Rakernas ini yakni Marhidorat Bani Simalungun (Berdampak Bagi Simalungun),” ujarnya.

Jauliman menegaskan, makna kata Marhidorat atau berdampak merupakan kata yang memiliki makna yang luas yang secara umum menggambarkan dampak positif dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan Tema ini, ia berharap seluruh anggota P3BP Indonesia dapat memberikan dampak positif di seluruh wilayah nusantara terkhusus di Kabupaten Simalungun.

“Kita tentu sangat berharap, seluruh anggota P3BP yang merupakan keturunan oppung Parultop-Ultop dapat menunjukkan bahwa kehadiran kita memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat Indonesia dan khusus di tanah kita Simalungun,” tegasnya.

Selain membahas berbagai program strategis organisasi, acara Rakernas ini juga dirangkai dengan Seminar tentang “Revitalisasi Rumah Bolon Pematang Purba” dengan menghadirkan para narasumber diantaranya Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Simalungun, Franky Fernandus Purba; Windra Hardi Purba dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara; Haris P Sinaga selaku Arkeolog Tim Ahli Cagar Budaya Simalungun dan Hotman Damain dari Arsitektur Tim Ahli Cagar Budaya Simalungun.

Penutupan Rakernas P3BP Indonesia tahun 2026 ini ditandai dengan pembacaan rekomendasi oleh Ketua Umum Jauliman Purba Pakpak. Rekomendasi utama tersebut yakni mendorong dan terlibat aktif untuk bersinergi dengan pemerintah dalam memproses percepatan revitalisasi Rumah Bolon Pematang Purba yang menjadi Istana Raja Purba Pakpak. Saat ini Rumah Bolon tersebut dalam kondisi memprihatinkan karena mengalami kerusakan akibat termakan waktu dan sangat membutuhkan perbaikan yang bersifat segera.

Untuk mendorong percepatan revitalisasi tersebut, P3BP Indonesia dalam waktu dekat merancang berbagai kegiatan untuk meminta perhatian pemerintah agar bersama-sama merevitalisasi bangunan Rumah Bolon yang kini menjadi satu-satunya peninggalan yang tersisa dari kerajaan marpitu (7 kerajaan) yang pernah berjaya di Simalungun.

(Pematangsiantar)

Belum ada Komentar untuk "Revitalisasi Rumah Bolon Kerajaan Purba jadi Rekomendasi Utama Rakernas P3BP Indonesia"

Posting Komentar

Revitalisasi Rumah Bolon Kerajaan Purba jadi Rekomendasi Utama Rakernas P3BP Indonesia

Rakernas Persadaan Purba Pakpak Boru Panogolan Indonesia berlangsung di Hotel Batavia, Pematangsiantar, Senin (1/6). LensaMedan - Rapat Ker...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel