Harga Kebutuhan Harian Banyak yang Naik, Sumut Terancam Inflasi di Bulan Mei

Seorang pedagang menyiapkan pesanan pembeli. Di bulan  Mei, kenaikan harga sejumlah komoditas membuka peluang Sumatra Utara mengalami inflasi.lensamedan-ist

LensaMedan – Harga komoditas kebutuhan masyarakat di Sumatra Utara secara bulanan mengalami kenaikan pada bulan Mei. 

Daging sapi alami kenaikan sekitar 3%, bawang merah naik sekitar 10.5%, cabai merah naik sebesar 37% hingga 47%, cabai rawit naik dalam rentang 38% hingga 53%, tomat naik sekitar 62%, wortel naik sekitar 15%, kentang naik 2.3%, kacang panjang 30.7%, kangkong 18%, tempe 20% hingga bayam sekitar 54%.

Tidak berhenti disitu, sejumlah harga kebutuhan harian lainnya juga mengalami kenaikan. Seperti pembalut wanita, kopi bubuk, sabun mandi cair, shampoo, sabun cuci piring cair, popok bayi, air kemasan, pasta gigi, pengharum pakaian, deterjen, lontong, ikan teri, BBM non subsidi, hingga gas elpiji 12 Kg. 

Kenaikan komoditas tersebut berpeluang mendorong kenaikan laju tekanan inflasi yang signifikan.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga diantaranya adalah daging ayam ras yang turun sekitar 9%, gula pasir dan minyak goreng curah turun sekitar 1%. 

Ditambah dengan sejumlah komoditas lainnya yang turun seperti ikan dencis sekitar 5%, emas perhiasan 6%, gula pasir sekitar 4%, ikan tongkol dan ikan gembung turun sekitar 17%, kelapa turun 8%, jeruk manis 5.2% kelapa 7%, sawi hijau 9%, telur ayam 3% hingga tiket pesawat.

Secara keseluruhan, Pemerhati ekonomi Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, memperkirakan Sumut akan membukukan inflasi besar di Bulan Mei ini. Secara bulanan atau month to month, inflasinya bisa mencapai 0,6% lebih. Kenaikan laju tekanan inflasi pada bulan Mei di Sumut memang sudah diproyeksi jauh hari sebelumnya. 

“Untuk pemicu kenaikan inflasi di Sumut masih dimotori oleh kenaikan harga yang diatur oleh pemerintah, ditambah dengan kenaikan harga plastik serta dampak dari pelemahan Rupiah itu sendiri,” ujar Gunawan di Medan, Senin (1/6/2026).

Kenaikan laju tekanan inflasi di Sumut dinilai Gunawan masih berpeluang berlanjut ditengah tekanan mata uang Rupiah, ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dunia.

Termasuk juga kenaikan biaya logistik, potensi penyesuaian kembali harga BBM, lompatan biaya produksi yang mendorong kenaikan harga pokok produksi (HPP), hinga potensi gangguan produksi akibat El Nino.

Potensi ledakan harga pangan kedepan masih berpeluang terjadi, dimana butuh mitigasi serius untuk menghadapi potensi kenaikan laju tekanan inflasi pada bulan Juni serta beberapa bulan yang akan datang. 

Kondisi ini membutuhkan kesigapan pemerintah dalam mengantisipasi sejumlah kemungkinan buruk ekonomi eksternal dan internal.

“Sisi supply harus diselamatkan, karena saya menilai pemerintah akan kesulitan dalam mengendalikan sisi lainnya seperti kenaikan biaya bahan baku, lompatan biaya logistik, hingga cuaca buruk yang dipicu oleh godzilla El Nino,” terangnya. 

Gunawan juga menilai, masalah baru akan kembali muncul jika disparitas harga kebutuhan masyarakat Sumut memliki gap yang terlalu lebar dengan propinsi lainnya. Sumut mau tidak mau akan terseret dalam pusaran kenaikan harga, meskipun Sumut diproyeksikan tidak akan seburuk wilayah lain dari gangguan El Nino. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Harga Kebutuhan Harian Banyak yang Naik, Sumut Terancam Inflasi di Bulan Mei"

Posting Komentar

Harga Kebutuhan Harian Banyak yang Naik, Sumut Terancam Inflasi di Bulan Mei

Seorang pedagang menyiapkan pesanan pembeli. Di bulan  Mei, kenaikan harga sejumlah komoditas membuka peluang Sumatra Utara mengalami inflas...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel