Jelang Rilis Data Inflasi, IHSG Dibuka Menguat Tapi Rupiah Kian Dekati 18 Ribu Per Dolar AS
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan pertama di bulan Juni, IHSG dibuka menguat di zona hijau.lensamedan-istLensaMedan - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan seiring dengan progres yang kurang meyakinkan dari negosiasi damai antara AS dengan Iran.
Bursa saham di Asia ditransaksikan mixed dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pagi ini. Namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi pembukaan perdagangan menguat ke level 6.210.
IHSG menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, masih berpeluang mengalami tekanan ditengah memburuknya sebagian bursa saham di Asia, ditambah dengan melemahnya mata uang Rupiah.
Di sesi perdagangan pagi, Rupiah kian melemah ke level 17.890 per Dolar AS, mendekati level psikologis 18.000.
Pada bulan Juni ini pemerintah dijadwalkan akan menerbitkan surat hutang yang berpeluang menambah likuiditas valas di tanah air. Pelaku pasar akan fokus pada rencana penerbitan obligasi pemerintah, dimana fokus pasar salah satunya tertuju pada serapan investor.
“Realisasi serapan valas akan menjadi penentu gerak Rupiah dalam jangka pendek. Selebihnya fokus pasar akan tetap tertuju pada kebijakan kongkrit yang akan diambil pemerintah, khususnya dari sisi fiscal,” sebut Gunawan di Medan, Senin (2/6/2026).
Pada perdagangan hari sebelumnya, lanjut Gunawan, pasar keuangan tanah air mendapatkan kabar bagus dari rilis data manufaktur Indonesia. Data purchasing managers Index (PMI) pada bulan Mei kembali naik menjadi 50.
Kabar tersebut sejauh ini menjadi sentimen positif bagi IHSG. Di sisi lain, pelaku pasar juga akan menanti rilis data inflasi tanah air yang diproyeksikan akan mendekati level 3% secara tahunan di Mei 2025.
Pasar akan sangat berhati-hati jelang rilis data inflasi tersebut, mengingat transmisi pelemahan Rupiah terhadap sejumlah kebutuhan masyarakat sudah terjadi.
“Pelemahan Rupiah telah mendorong terjadinya kenaikan pada sejumah kebutuhan rumah tangga tahan lama,” terangnya.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah ke level US$4.482 per ons troy atau sekitar Rp2,59 juta per gram. Harga emas masih mengalami tekanan ditengah negosiasi damai antara Iran dengan AS. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Jelang Rilis Data Inflasi, IHSG Dibuka Menguat Tapi Rupiah Kian Dekati 18 Ribu Per Dolar AS"
Posting Komentar