Belum Mampu Bangkit, Rupiah masih Dekati Level 17.800 Per Dolar AS
Uang kertas Rupiah. Pada sesi pagi perdagangan Rabu (24/6/2026), Rupiah ditransaksikan melemah di level 19.950 per Dolar AS.lensamedan-istLensaMedan - Nilai tukar Rupiah pada sesi pagi perdagangan Rabu (24/6/2026) ditransaksikan melemah di level 17.950 per Dolar AS.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah dipengaruhi kinerja sektor manufaktur AS yang mengalami penguatan ditengah tensi geopolitik yang memanas.
Data S&P Global Manufacturing PMI AS pada bulan Juni naik menjadi 55,7 atau masih berada pada jaluir ekspansi.
Membaiknya data manufaktur AS juga turut dibarengi dengan kenaikan kinerja USD Indeks ke kisaran level 101,4 yang menunjukkan bahwa Dolar AS masih berpeluang menguat terhadap rivalnya, termasuk terhadap mata uang Rupiah.
Data ekonomi dari AS ini membuat Rupiah sangat berpeluang untuk mendekati level 18.000 di sesi perdagangan hari ini.
Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi perdagangan hari ini dibuka menguat ke level 6.128.
"Membaiknya kinerja IHSG ini menunjukkan bahwa tekanan pada Rupiah yang masih berlangsung saat ini, seakan mengabaikan sentimen positif geopolitik yang mengindikasikan bahwa tekanan pasar lebih dipengaruhi oleh sentimen domestik," ujar Gunawan di Medan.
Selain data manufaktur AS, pada hari ini juga tidak ada agenda ekonomi penting lain yang akan mempengaruhi kinerja pasar.
Gunawan menyebut, kabar baik tengah menyelimuti pasar keuangan pada perdagangan hari ini, dimana telah tercipta kesepakatan perdamaian antara Iran dengan AS, yang untuk sementara waktu akan menghapus kekhawatiran pasar yang diakibatkan oleh ketidakpastian geopolitik.
Harga minyak mentah terpantau mengalami penurunan.
Harga minyak mentah jenis WTI ditransaksikan dikisaran US$72 per barel dan untuk jenis Brent berada dikisaran US$76 per barel.
Tekanan pada harga komoditas mulai mereda yang memungkinkan kinerja inflasi di banyak negara akan melemah.
Meski demikian, pelaku pasar akan menanti terlebih dahulu bagaimana pembentukan harga minyak mentah pasca perjanjian damai tersebut.
Ditambah dengan kepastian bahwa tidak ada peningkatan tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Karena diperkirakan harga minyak mentah akan berada di posisi saat ini untuk sementara waktu," sebutnya.
Terpisah harga emas dunia pada perdagangan hari ini ditransaksikan melemah ke level US$4.134 per ons troy, atau sekitar Rp2,39 juta per gram.
Ditengah kenaikan imbal hasil surat berharga dalam denominasi US Dolar, maka harga emas pada dasarnya memiliki peluang melemah, sekalipun secara teknikal harga emas sudah memasuki area jenuh jual. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Belum Mampu Bangkit, Rupiah masih Dekati Level 17.800 Per Dolar AS"
Posting Komentar