Rupiah Kembali Melemah, IHSG Ditutup Menguat Meskipun Sempat Tertekan
Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan Senin (25/5/2026), Rupiah ditransaksikan melemah di level 17.730 per Dolar AS.lensamedan-istLensaMedan – Indeks Harga Saham Gabungan akhirnya mampu ditutup menguat 0,72% di level 6.206,349 setelah sempat ditransaksikan di zona merah pada sesi perdagangan pertama. IHSG sendiri ditransaksikan dalam rentang 6.124 hingga 6.239.
Sejumlah emiten yang mengalami penguatan pada perdagangan hari ini diantaranya adalah BBCA, BMRI, BBRI, ASII, UNTR hingga BRIS.
Sementara itu kinerja mata uang Rupiah justru ditutup melemah ke level 17.730 per Dolar AS, setelah sempat ditransaksikan di level terburuknya 17.750 selama sesi perdagangan.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, Rupiah masih belum tertolong, meskipun terpilihnya Gubernur Bank Sentral AS yang baru membuka peluang dimana kebijakan suku bunga acuan The Fed kedepan lebih bernada dovish.
Pelemahan harga minyak mentah dunia pada hari ini juga tidak banyak menolong kinerja mata uang Rupiah. Melemahnya kinerja USD Index selama sesi perdagangan berlangsung juga tidak mampu banyak menolong kinerja Rupiah.
“USD Index yang mengalami tekanan dikisaran level 98.99 selama sesi perdagangan di Asia belum mampu dimanfaatkan Rupiah untuk menekan Dolar AS,” kata Gunawan di Medan, Senin (25/5/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan relatif stabil di kisaran level US$4.560 per ons troy, atau sekitar Rp2,6 juta per gram. harga emas relatif tidak banyak berubah ditengah sikap wait and see pelaku pasar jelang kesepakatan Iran dengan AS.
Spekulasi yang berkembang saat ini masih menunjukan dua perbedaan yang besar apakah AS dan Iran nantinya akan berdamai atau justru sebaliknya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Rupiah Kembali Melemah, IHSG Ditutup Menguat Meskipun Sempat Tertekan"
Posting Komentar