Pembentukan BUMN Ekspor Picu Koreksi IHSG, Rupiah Berbalik Melemah

Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan Rabu (21/5/20026), IHSG dibuka di zona hijau meski tak lama kemudian bergerak ke zona merah.lensamedan-ist

LensaMedan - Kinerja mata uang Rupiah pada perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah ke level 17.660 per Dolar AS. Padahal pada sesi pedagangan kemarin, Rupiah menguat setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25. 

Kinerja Rupiah berbalik lagi ke zona merah, dimana pelaku pasar kembali fokus kepada isu utama penggerak pasar seperti dinamika geopolitik terakhir di kawasan Timur Tengah.

Terbaru Presiden AS menyatakan bahwa negosiasi antara Iran dengan AS sudah berada di tahap akhir, walaupun belum merinci secara detail hasil seperti apa yang akan terjadi nantinya. 

Sejauh ini pasar tetap berspekulasi, meksipun indikator pemulihan pasar terlihat dari penurunaqn harga minyak mentah dunia dalam rentang US$98 hingga US$105 per barel di sesi perdagangan pagi. 

Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, penurunan harga minyak mentah tersebut menjadi kabar positif bagi kinerja pasar saham di Asia, dimana mayoritas bursa saham di Asia ditransaksikan menguat. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sempat menguat pada sesi perdagangan pembukaan, meskipun sejuah ini IHSG kembali ditransaksikan di zona merah.

“Artinya pelemahan Rupiah turut diikuti dengan gerak IHSG yang masih rentan terkoreksi pada perdagangan hari ini,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (21/5/2026). 

Gunawan menyebut, tekanan pada mata uang Rupiah masih berlanjut ditengah ancaman konfrontasi antara Iran dengan AS. Ketidakpastian masih menghantui kinerja pasar keuangan di tanah air. 

Tekanan yang dialami oleh IHSG juag tidak terlepas dari rencana pemerintah yang akan menjadikan Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai perusahaan BUMN eksportir tunggal.

Sejauh ini pasar masih merespon negatif pembentukan perusahaan eksportir tunggal milik pemerintah. Ini dibuktikan pada perdagangan kemarin saat IHSG juga melemah sekalipun Rupiah mampu menguat signifikan. 

“Pada hari ini IHSG berpeluang untuk kembali menguji level support 6.200, sementara Rupiah berpeluang untuk ditransaksikan dalam rentang 17.600 hingga 17.700,” sebutnya.

Terpisah harga emas dunia kembali menguat diatas level US$4.500 per ons troy, atau berada dikisaran US$4.547 per ons troy sejauh ini. Jika dirupiahkan harga emas saat ini ditransaksikan dikisaran harga Rp2,59 juta per gram. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Pembentukan BUMN Ekspor Picu Koreksi IHSG, Rupiah Berbalik Melemah"

Posting Komentar

Pertamina Patra Niaga Jalin Sinergi dengan Kejagung RI, Perkuat Pengamanan Pembangunan Revitalisasi Terminal LPG Belawan

Direktur Optimasi Hilir dan Distribusi PT Pertamina Patra Niaga, Hari Purnomo, didampingi Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Re...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel