Kemdiktisaintek Gandeng PT SURGE dan APTISI Hadirkan Ekosistem Pendidikan yang Lebih Maju
LensaMedan - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendukung percepatan ekosistem akademik yang maju dan aksesibel di Indonesia.
Hal ini disampaikannya pada kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (SURGE).Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur PT SURGE, Hashim Djojohadikusumo, dan Ketua Umum APTISI, Muhammad Budi Djatmiko, dan disaksikan oleh Menteri Brian, di Kantor Kemdiktisaintek, Selasa (26/5/2026).
“Hal ini merupakan terobosan yang luar biasa. Kami mengapresiasi langkah strategis ini di era di mana sains, teknologi, dan pengetahuan menjadi salah satu kunci kemajuan bangsa,” jelas Menteri Brian.
Mendiktisaintek juga menegaskan bahwa terdapat potensi besar dalam luasnya akses sumber pengetahuan saat ini ditambah golden age mahasiswa, yakni 4 tahun dengan kemampuan perkembangan pengetahuan yang tinggi.
Perguruan tinggi diharapkan dapat membangun lingkungan akademik yang dapat mendukung perkembangan ini serta membangun jejaring yang mumpuni, sehingga menghasilkan talenta yang dapat menopang kemajuan Indonesia.
Sejalan dengan kesepakatan ini Menteri Brian menjelaskan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tengah menyiapkan video bahan ajar yang dibuat oleh dosen-dosen terbaik dari seluruh wilayah di Indonesia, untuk membantu proses belajar-mengajar para dosen.
Dengan adanya akses internet murah, program ini juga akan semakin mendorong kemajuan perguruan tinggi di wilayah terpencil.
“Akses internet murah ini dampaknya tidak akan hanya di generasi kita saja, tetapi ke depan akan terbangun SDM unggul dari berbagai daerah,” ujar Menteri Brian.
Senada dengan Mendiktisaintek, Presiden Direktur PT SURGE, Hashim Djojohadikusumo, menilai peningkatan penetrasi internet memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, keterjangkauan akses internet tidak hanya akan mendukung proses pembelajaran mahasiswa dan dosen, tetapi juga membuka peluang penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi desa, hingga pengembangan ekonomi digital di berbagai daerah.
“Ini adalah sebuah kesempatan untuk kita mendorong pertumbuhan. Akses internet ini bisa mendongkrak kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah. Bagi bangsa Indonesia,” kata Hashim.
Sementara, Ketua Umum APTISI, Muhammad Budi Djatmiko, menyampaikan, keberadaan internet murah diharapkan dapat memperkuat akses pendidikan tinggi di berbagai daerah sekaligus mendorong peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) nasional yang berada pada angka 32,89% per Desember 2025 (Badan Pusat Statistik).
Maka, dinilai perlu berbagai terobosan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas.
Melalui kerja sama ini, Kemdiktisaintek berharap semakin banyak perguruan tinggi, khususnya PTS di wilayah nonperkotaan, yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses pembelajaran, memperkuat kualitas pendidikan, dan membangun ekosistem riset serta inovasi yang lebih inklusif.
Kemdiktisaintek juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi digital pendidikan tinggi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, guna menciptakan talenta unggul yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu bersaing di tingkat global. (*)
(Jakarta)

Belum ada Komentar untuk "Kemdiktisaintek Gandeng PT SURGE dan APTISI Hadirkan Ekosistem Pendidikan yang Lebih Maju"
Posting Komentar