IHSG Terpuruk Dalam, Rupiah Tertahan di Zona Merah
Grafik IHSG. Pada perdagangan Selasa (19/5/2026), IHSG ditutup melemah cukup dalam di level 6.370,679.lensamedan-istSejumlah emiten besar yang alami keterpurukan pada perdagangan hari ini diantaranya BUMI, BBCA, ANTM, BRPT, DEWA, AMMN hingga ADRO.
“Memburuknya kinerja IHSG pada perdagangan hari ini justru tidak sepenuhnya sejalan dengan kinerja bursa saham di Asia yang justru ditutup mixed (beragam),” ujar Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Selasa (19/5/2026).
Selain IHSG, kinerja mata uang Rupiah juga ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Selama sesi perdagangan berlangsung, Rupiah dikatakan Gunawan sempat menyentuh level 17.730 sebelum akhirnya ditutup turun di level 17.695 per Dolar AS.
Tekanan pada Rupiah masih terus berlanjut, ditengah kenaikan imbal hasil US Treasury yang sejauh bertahan di level 4,5% untuk tenor obligasi 10 tahun. Pelaku pasar melihat bahwa ancaman inflasi masih menghantui, sehingga suku bunga acuan berpeluang naik dan berpotensi mendorong kenaikan yield obligasi.
Di sisi lain, harga emas dunia masih bergerak stabil dikisaran harga US$4.553 per ons troy, atau masih dikisaran harga Rp2,6 juta per gram. Harga emas realtif tidak berubah di sesi perdagangan Asia, dimana pelaku pasar masih mengkuatirkan kemungkinan kenaikan harg aminyak mentah dunia disaat muncul ketegangan baru antara AS dengan Iran.
“Sejauh ini pasar masih relatif tenang seiring dengan sikap AS yang menunda untuk menyerang Iran meskipun berpeluang untuk dijadwalkan Kembali,” kata Gunawan memungkasi. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Terpuruk Dalam, Rupiah Tertahan di Zona Merah"
Posting Komentar