BI Naikkan Bunga Acuan, Rupiah Menguat Tajam Tapi IHSG Tetap Terpuruk di Zona Merah
Uang kertas Rupiah. Pada perdagangan Rabu (20/5/2026), Rupiah berhasil menguat di level 17.600 per Dolar AS.lensamedan-istSayangnya, penguatan Rupiah tidak diikuti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat menguat sebelum Presiden RI memberikan pidatonya, dan berbalik turun setelahnya.
IHSG sempat menguat hingga menyentuh level 6.459, namun sempat berada di level 6.215 sebagai titik terendah selama sesi perdagangan berlangsung.
IHSG pada perdagangan hari ini ditutup melemah 0,82% di level 6.318,5. Pelemahan IHSG tidak jauh berbeda dengan pelemahan yang terjadi pada mayoritas bursa saham di Asia.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, baik Rupiah dan IHSG sama-sama ditransaksikan dalam rentang harga yang cukup lebar. Ada banyak sentimen dari tanah air, seperti pidato Presiden dan kebijakan moneter Bank Indonesia.
“Namun untuk pasar saham, kenaikan BI Rate justru menjadi sentimen negatif. Karena kenaikan bunga acuan berarti terjadi kenaikan pada komponen biaya emiten,” ujar Gunawan di Medan, Rabu (20/5/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah di kisaran level US$4.477 per ons troy, atau berada di kisaran harga Rp2,54 juta per gram. Harga emas dunia kembali mengalami tekanan ditengah lonjakan tinggi pada imbal hasil US Treasury 10 tahun di level 4.643% sejauh ini.
Secara teknikal emas berpeluang alami rebound dalam jangka pendek. Harga emas berpeluang untuk kembali menguat dan ditransaksikan di atas level US$4.500 per ons troy nantinya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "BI Naikkan Bunga Acuan, Rupiah Menguat Tajam Tapi IHSG Tetap Terpuruk di Zona Merah"
Posting Komentar