Rommy Van Boy Desak Wali Kota Medan Sikat RS 'Nakal' yang Tak Pro-UHC
LensaMedan – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, Rommy Van Boy S.H, mengeluarkan pernyataan tegas terkait carut-marut pelayanan kesehatan di Kota Medan. Ia mendesak Wali Kota Medan, Rico Waas, untuk memberikan sanksi berat kepada rumah sakit yang masih mempersulit warga saat berobat menggunakan program Universal Health Coverage (UHC).
Penegasan ini disampaikan Rommy di sela-sela Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar di dua lokasi, yakni Medan Sunggal (18/4) dan Medan Maimun (19/4).
Kritik Pedas Layanan Rumah Sakit
Rommy mengaku masih menerima banyak laporan mengenai pasien yang ditolak rumah sakit dengan dalih klasik, yakni keterbatasan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang penuh. Ia menilai hal ini sering kali hanya menjadi alasan oknum rumah sakit yang tidak mendukung program berobat gratis lewat KTP tersebut.
"Kami minta Wali Kota Medan tegas! Jangan biarkan rumah sakit yang tidak pro terhadap program UHC terus mengecewakan masyarakat. Masih banyak warga yang mengeluh tidak dilayani dengan baik saat menggunakan KTP," ujar Rommy dengan nada bicara yang lugas di hadapan ratusan warga.
UHC: Cukup KTP, Harusnya Tanpa Hambatan
Politisi muda Partai Golkar ini mengingatkan bahwa secara regulasi, warga Medan seharusnya sudah bisa mengakses layanan kesehatan secara merata tanpa diskriminasi. Namun, ia mengakui implementasi di lapangan masih sering terganjal masalah administrasi dan birokrasi yang berbelit, baik di tingkat Puskesmas maupun Rumah Sakit.
"Di sinilah peran kami sebagai wakil rakyat. Kami dipilih bukan untuk duduk manis di balik meja, tapi turun ke bawah memastikan hak kesehatan masyarakat terpenuhi," tambahnya.
Solusi Konkret: Tim Sahabat Rommy Van Boy
Tak sekadar melempar kritik, Rommy memberikan solusi nyata dengan membentuk tim Sahabat Rommy Van Boy. Tim ini bertugas khusus untuk:
Pendampingan Administrasi: Membantu warga yang terkendala validasi data KTP/KK agar tidak terhambat saat berobat.
Layanan Ambulans Gratis: Menyediakan armada untuk warga yang membutuhkan transportasi darurat ke fasilitas kesehatan.
Advokasi Lapangan: Mendampingi warga langsung ke Puskesmas atau Rumah Sakit jika terjadi penolakan.
"Semua layanan ini gratis. Saya tidak ingin ada lagi warga Medan yang takut berobat hanya karena urusan biaya atau dipersulit birokrasi," tegasnya yang disambut riuh tepuk tangan warga.
Sentil Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar
Selain kesehatan, dalam sesi dialog tersebut Rommy juga menampung aspirasi terkait buruknya drainase, minimnya penerangan jalan, hingga permintaan pemangkasan pohon yang membahayakan warga. Ia berjanji akan mengawal seluruh keluhan ini agar segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
Menutup kegiatan tersebut, Rommy menegaskan komitmen partainya untuk terus hadir di tengah masyarakat. "Partai Golkar ada untuk kepentingan rakyat. Kami akan terus mengawal agar sistem kesehatan di Medan benar-benar berpihak pada masyarakat kecil," pungkasnya.
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Rommy Van Boy Desak Wali Kota Medan Sikat RS 'Nakal' yang Tak Pro-UHC"
Posting Komentar