Pasar Pesimis dengan Gencatan Senjata, IHSG Dibuka di Zona Merah
Grafik pergerakan IHSG.Di sesi perdagangan Selasa (21/4/2026) pagi, IHSG ditransaksikan di zona merah. lensamedan-istSelanjutnya rilis data penjualan ritel AS akan menjadi sentimen yang akan mempengaruhi kinerja pasar keuangan pada perdagangan selanjutnya, ditambah dengan kebijakan moneter yang akan dilakukan Bank Indonesia pada perdagangan besok.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pada perdagangan hari ini pasar akan kembali tertuju pada geopolitik yang berkembang di Timur Tengah.
Situasinya sejauh ini masih tidak banyak berbeda dibandingkan dengan sebelumnya dimana pasar masih pesimis terhadap kemungkinan terjadi gencatan senjata lanjutan antara kedua belah pihak.
Terlebih gencatan senjata yang sempat terjadi sebelumnya, justru dicederai oleh ketegangan yang kian memburuk dari kedua belah pihak di Selat Hormuz.
“Dan ini terlihat pada sesi perdagangan pagi ini dimana pasar saham di Asia mayoritas ditransaksikan melemah. Termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut terseret arus pelemahan dengan dibuka turun di level 7.560,” ujar Gunawan di Medan, Selasa (21/4/2026).
Sementara itu mata uang Rupiah ditransaksikan menguat ke level 17.125 per Dolar AS. Kinerja USD Index sejauh ini relatif stabil dikisaran 98 cenderung turun, sehingga belum akan memicu tekanan pada Rupiah di perdagangan hari ini.
Di sisi lain, lanjut Gunawan, harga emas dunia mengalami kenaikan di angka US$4.822 per ons troy, atau sekitar Rp2,66 juta per gram. Harga emas mengalami penguatan ditengah harapan dari pembicaraan damai kedua antara Iran dengan AS.
“Namun pelaku pasar saat ini masih pesimis dengan kemungkinan tersebut, sehingga kinerja harga emas sejauh ini masih belum stabil dan berpeluang mengalami koreksi dalam jangka pendek,” tutupnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Pasar Pesimis dengan Gencatan Senjata, IHSG Dibuka di Zona Merah"
Posting Komentar