IHSG dan Emas Kompak Menguat, Rupiah masih Lanjutkan Pelemahan
Namun sangat disayangkan terjadi pelemahan pada mata uang Rupiah ke level 17.140 per Dolar AS. Pelemahan Rupiah tersebut akan membebani kinerja IHSG selama sesi perdagangan berlangsung.
Dan pelemahan Rupiah pada hari ini juga tidak sejalan dengan tekanan yang dialami oleh Dolar AS, dimana sejumlah indikator seperti USD Index stabil cenderung turun dikisaran 98,02.
Dolar AS juga terpantau melemah terhadap sejumlah ata uang di Asia seperti terhadap Bath Thailand, Yen Jepang hingga Dolar Hongkong.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, mengatakan, pelaku pasar masih fokus pada sentimen dari tanah air, seperti beban fiskal yang alami peningkatan, tekanan neraca pembayaran hingga upaya intervensi Rupiah itu sendiri.
"Jika mengacu kepada demand and supply, maka neraca pembayaran menjadi isu fundamental bagi rupiah saat ini," ujar Gunawan di Medan, Kamis (16/4/2026).
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan sedikit menguat ke level US $4.820 per ons troy, atau sekitar Rp2,67 juta per gramnya.
Harga emas mengalami peningkatan ditengah stabilnya harga minyak mentah dunia.
Dorongan penguatan harga emas sendiri juga masih di dominasi oleh sentimen dari pasar yang mengharapkan adanya perdamaian dalam dialog antara Iran–AS mendatang. (*)
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Emas Kompak Menguat, Rupiah masih Lanjutkan Pelemahan"
Posting Komentar