Dekan FEB Universitas Dharmawangsa Sebut Tata Kelola Keuangan Pemko Medan di Era Rico Waas Terus Efektif
![]() |
| Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dharmawangsa Dr. Amri Nasution, S.E., M.Si. |
Kebijakan inovatif itu, mendapat ganjaran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia sebagai terbaik II Tingkat Kota Creative Financing se-Region I Sumatera.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Dharmawangsa, Dr. Amri Nasution SE., M.Si menjelaskan bahwa kebijakan yang inovatif dalam tata kelola keuangan dilakukan Rico Waas di Pemko Medan sangat berpengaruh besar pada ekonomi di ibu kota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ini.
Dengan itu, Amri mengungkapkan bahwa tata kelola keuangan di Pemko Medan di era Rico Waas terus menunjukkan yang efektif, disertai dengan kebijakan yang mampu diaplikasikan dalam pelayanan.
"Untuk pertumbuhan ekonomi sendiri ini akan sangat berpengaruh besar. Sistem digitalisasi yang sejauh ini dikembangkan pemerintah sudah mampu diaplikasikan Pemko Medan, dalam sistem pelayanannya," jelas Amri, Selasa 28 April 2026.
Amri mengatakan bahwa tata kelola keuangan yang baik dijalankan ini, memberikan kontribusi bagi pelaku UMKM mendorong pertumbuhan usahanya, yang sangat dirasakan dan berdampak.
"Tak hanya itu, untuk pertumbuhan ekonomi khususnya Ekonomi Mikro dan menengah. Sistem ini, sendiri harus terus disosialìsasikan agar para pelaku UMKM bisa menerapkannya dalam kegiatan usahanya," jelas Amri.
Amri berharap dengan penghargaan yang diberikan Kemendagri kepada Pemko Medan, bisa semangat dalam membuat program dan inovasi kebijakan baru, dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Medan ini.
Amri juga mengapresiasi kebijakan yang inovatif dalam sistem digital yang dilakukan Pemko Medan, dengan meluncurkan aplikasi Qresto (Quick Response Electronic Splitting System For Tax Optimization). Sebuah sistem pembayaran pajak daerah yang menerapkan mekanisme split bill atau pemisahan tagihan secara real-time.
"Kebijak yang inovatif ini, memberikan kemudahan dalam peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), dilakukan Pemko Medan. Sehingga kita mendorong kebijakan seperti ini, terus diciptakan lagi kedepannya dalam pembangunan di Kota Medan ini," kata Amri.
Diberitakan sebelumnya, penghargaan dari Kemendagri RI sebagai terbaik II Tingkat Kota Creative Financing se-Region I Sumatera, diterima langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu 25 April 2026.
Usai menerima penghargaan tersebut, Rico Waas menyampaikan rasa syukur atas pengakuan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bukti nyata efektivitas tata kelola keuangan di Kota Medan.
"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi suntikan semangat bagi kita semua untuk terus meningkatkan pengelolaan anggaran yang baik dan transparan," kata Rico Waas.
Rico Waas juga berharap prestasi ini dapat memicu peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan ke depannya.
"Tujuan akhirnya jelas, yaitu untuk kesejahteraan masyarakat. Dengan PAD yang semakin baik dan pengelolaan anggaran yang inovatif, kita bisa membangun Medan menjadi kota yang lebih maju dan inklusif," tambahnya.
Dalam kategori creative financing ini, Pemerintah pusat menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya serta menciptakan inovasi pembiayaan guna menunjang pembangunan.
Adapun yang menjadi aspek penilaian mencakup inovasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan perusahaan milik daerah beserta aset milik daerah, pemanfaatan CSR hingga pemanfaatan SIPD, KKPD, ETPD, SPBE dan Opini LKPD.
(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Dekan FEB Universitas Dharmawangsa Sebut Tata Kelola Keuangan Pemko Medan di Era Rico Waas Terus Efektif"
Posting Komentar