Saham Energi Picu Pelemahan IHSG, Harga Emas Terkoreksi Terbatas
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan hari ini, IHSG ditutup melemah 0,69% ke level 7.389,399, setelah sempat menguat di level 7.527.lensamedan-istLensaMedan - Setelah menguat cukup meyakinkan pada sesi perdagangan awal hingga menyentuh 7.527, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru berbalik arah dan ditutup melemah 0,69% ke level 7.389,399.
Pelemahan IHSG disebutkan Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, terjadi saat mayoritas bursa saham di Asia banyak yang ditutup di zona hijau.Koreksi yang terjadi pada perdagangan hari ini dipicu oleh tekanan yang dialami emiten sektor energi maupun pertambangan.
Melemahnya harga minyak mentah dunia menjadi salah satu pendorong melemahnya sejumlah emiten seperti BUMI, ENRG, PTRO, MEDC, ITMG, BRMS hingga ANTM.
Harga minyak mentah dunia pada perdagangan hari ini ditransaksikan di kisaran US$88 per barel untuk jenis WTI, serta sekitar US$92 per barel untuk jenis Brent.
"Setelah kedua harga minyak mentah tersebut sempat menguat mendekati US$120 per barel," ujar Gunawan di Medan, Rabu (11/3/2026).
Sementara itu mata uang Rupiah ditransaksikan menguat tipis ke level 16.865 per Dolar AS, meskipun diyakini bahwa Bank Indonesia telah melakukan segala macam upaya seperti intervensi untuk menahan pelemahan mata uang Rupiah.
Gunawan menyebut, penguatan pada Rupiah di sesi perdagangan hari ini juga tidak terlepas dari melemahnya sejumlah indikator keuangan AS yang kurang memberikan ruang penguatan bagi Dolar AS.
Terpisah harga emas dunia ditransaksikan melemah terbatas ke level US$5.193 per ons troy, atau masih sekitar Rp2,83 juta per gram.
Eskalasi perang Iran dan Israel yang bertahan sejauh ini belum mampu memberikan perubahan yang berarti bagi pasar.
"Pelaku pasar sendiri menanti rilis data inflasi AS yang akan menjadi sentimen penggerak pasar keuangan," tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Saham Energi Picu Pelemahan IHSG, Harga Emas Terkoreksi Terbatas"
Posting Komentar