Perang Buat IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Naik Dekati US$5.400 Per Ons

Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Senin (2/3/2026), IHSG mengalami koreksi 1% lebih di level 8.092.lensamedan-ist

LensaMedan - Di awal pekan ini ada sejumlah agenda penting tanah air yang akan dirilis.

Data inflasi berikut neraca perdagangan tanah air akan menjadi data pembuka bagi pasar keuangan.

Namun pelaku pasar akan tersita fokusnya kepada perang Iran dengan AS dan Israel.

Pelaku pasar akan melakukan penyesuaian terlebih dahulu dengan mengkalkulasikan dampak dari perang Iran terhadap kinerja pasar keuangan.

Mayoritas pasar saham di Asia pada perdagangan pagi ini terpantau bergerak melemah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi pembukaan perdagangan juga mengalami koreksi 1% lebih di level 8.092.

"Perang masih menjadi pemicu utama memburuknya kinerja pasar saham di awal pekan ini," ujar Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, di Medan, Senin (2/3/2026).

Di sisi lain, kinerja mata uang Rupiah ikut ditransaksikan melemah di level 16.835 per Dolar AS.

Tekanan terhadap pasar keuangan global disebutkan Gunawan mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Pada hari Jumat lalu, harga minyak mentah jenis WTI sempat berada dikisaran harga US$66,7 per barel.

Namun pada awal pekan ini harga minyak mentah dunia meroket dan sempat naik hinggga menyentuh level US$72 per barel.

Lompatan pada harga minyak mentah dunia akan memberikan multipler efek yang besar terhadap kinerja pasar keuangan secara keseluruhan.

"Harga minyak memegang peranan penting terhadap pembentukan harga kebutuhan hidup di masa mendatang, dan kenaikan yang signifikan sangat berpeluang memicu respon negatif pelaku pasar terhadap pasar saham maupun mata uang," sebutnya.

Terpisah harga emas dunia ditransaksikan menguat ke level US$5.335 per ons troy, atau sekitar Rp2,9 juta per gram.

Bahkan di awal perdagangan pekan ini, harga emas sempat menyentuh US$5.380-an per ons troy sebelum akhirnya dilanda aksi profit taking saat ditransaksikan di pasar Asia.

Sejauh ini perang telah memicu tekanan pada pasar keuangan dan membuat harga komoditas untuk sementara waktu mengalami kenaikan. (juli simanjuntak)


(Medan)

Belum ada Komentar untuk "Perang Buat IHSG dan Rupiah Melemah, Harga Emas Naik Dekati US$5.400 Per Ons"

Posting Komentar

Ketua DPRD Wong Chun Sen: Jaga Kondusifitas Kota Medan Selama Ramadan

Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen (dok.Sekretariat DPRD Medan) LensaMedan - Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, berharap situasi di Kot...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel