Pasar Keuangan Alami Technical Rebound, Harga Emas Stabil
Grafik pergerakan IHSG. Pada sesi pertama perdagangan Kamis (5/3/2026), IHSG dibuka di zona hijau, dan sejauh ini masih bertahan.lensamedan-istSentimen pasar datang dari kemungkinan penerapan tarif impor AS sebesar 15% pada pekan ini.
Kebijakan tarif AS menjadi salah satu isu besar bagi pasar keuangan, meskipun pelaku pasar masih akan tetap memantau situasi terkini dari perang Iran – AS sebegai sentimen utama penggerak pasar.
Minimnya sentimen menurut Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, membuat pelaku pasar akan terus memantau situasi terkini perang di wilayah Timur Tengah.
Bursa saham di Asia pada perdagangan pagi ini terpantau banyak yang diperdagangkan di zona hijau.
Termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada sesi pembukaan perdagangan juga mengalami penguatan teknikal di level 7.695.
"IHSG berpeluang untuk bergerak mengikuti pola pergerakan bursa saham di Asia pada umumnya yang menguat sejauh ini," kata Gunawan di Medan, Kamis (5/3/2026).
Sementara itu jika dilihat dari perubahan kinerja USD Index dan imbal hasil US Treasury 10 tahun, terpantau USD Index bergerak melemah di kisaran level 98,78.
Namun untuk imbal hasil US Treasury 10 tahun mengalami kenaikan dikisaran 4,096%.
Rupiah sejauh ini terpantau menguat terhadap mata uang Dolar AS di level 16.865, dan diproyeksikan akan bergerak dalam rentang 16.830 hingga 16.890.
Di sisi lain, lanjut Gunawan, harga emas dunia ditransaksikan stabil dikisaran level US$5.165 per ons troy, atau masih dikisaran Rp2,8 juta per gramnya.
Perang Iran–Israel yang telah berlangsung selama 6 hari membuat harga emas masih relatif stabil.
Tren kenaikan harga emas masih sedikit tertahan oleh ekspektasi inflasi, yang berpeluang membuka kesempatan bagi Bank Sentral AS untuk menunda pemangkasan bunga acuan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Pasar Keuangan Alami Technical Rebound, Harga Emas Stabil"
Posting Komentar