IHSG dan Rupiah Bertahan di Zona Merah, Harga Emas Tembus US$5.400 Per Ons
Grafik pergerakan IHSG. Pada perdagangan sore Senin (2/3/2026), IHSG tetap tak mampu bangkit dan akhirnya ditutup di zona merah.lensamedan-istSelama sesi perdagangan berlangsung, IHSG berada di zona merah seirama dengan memburuknya mayoritas bursa saham di Asia pada umumnya.
Sementara itu mata uang Rupiah juga ditransaksikan melemah di level 16.855 per Dolar AS.
Kenaikan harga minyak mentah dunia menghantui kinerja pasar keuangan di tanah air.
Meroketnya harga minyak telah memicu kekhawatiran terkait dengan pembentukan harga BBM, serta menyisakan ancaman inflasi dan memicu pelemahan mata uang Rupiah.
Rilis sejumah data penting seperti inflasi maupun neraca perdagangan tanah air tidak begitu berdampak terhadap pasar keuangan.
Perang di Iran dengan AS dan Israel lebih menyita fokus pasar dibandingkan dengan agenda ekonomi.
Investor saat ini tengah melakukan kalkulasi portfolio ditengah memburuknya tensi geopolitik timur tengah.
Terpisah harga emas dunia masih melanjutkan tren kenaikan dan sempat menembus level psikologis US$5.400 per ons troy.
Pada sesi perdagangan sore ini harga emas ditransaksikan dikisaran harga US$5.393 per ons troy, atau sekitar Rp2,93 juta per gram.
Harga emas dunia berpeluang mencetak harga tertinggi barunya, mengingat harga emas tertinggi berada dilevel US$5.586 per ons troy. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG dan Rupiah Bertahan di Zona Merah, Harga Emas Tembus US$5.400 Per Ons"
Posting Komentar