Resmikan Ruang Kelas Baru, Sofyan Tan: Bangun Sekolah, Bangun Harapan

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, meninjau ruang kelas SD Negeri 104198 Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, yang baru diresmikan setelah direvitalisasi dengan menggunakan anggaran dari APBN.lensamedan-ist

LensaMedan
— Suasana pagi di SD Negeri 104198 Paya Bakung, Kecamatan Hamparan Perak, terasa berbeda.


Di halaman sekolah itu, Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, hadir dalam kegiatan peresmian ruang kelas baru, Sabtu (14/2/2026).

Suaranya bergetar ketika mengingat masa lalu.

“Saya merinding berdiri di sini,” ujarnya pelan.

Empat puluh lima tahun lalu, Sofyan Tan kerap bermain dan makan di desa tersebut, di rumah sahabat dekatnya, almarhum Boimin Pama.

Dari tangan ibunda Boimin, ia pernah mencicipi dodol, tape, hingga gemblong—rasa sederhana yang membekas dalam ingatan.

Boimin Pama bukan sekadar sahabat. Ia pernah menjadi guru di sekolah milik Sofyan Tan, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM), dan juga pernah menjabat sebagai kepala sekolah di SD Negeri 106794 Paya Bakung, sekolah yang berdiri berdampingan dari lokasi acara.

Kenangan itulah yang, menurut Sofyan Tan, membuat kehadirannya kali ini terasa seperti menunaikan janji lama.

“Hari ini saya bayar utang dengan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah di Paya Bakung,” katanya.

Melalui dukungan anggaran APBN 2025 sebesar Rp854.372.708, SD Negeri 104198 Paya Bakung direhabilitasi meliputi enam ruang kelas, satu toilet, dan satu ruang administrasi.

Bukan hanya bangunan yang diperbaiki, Sofyan Tan juga memastikan anak-anak di sekolah tersebut mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP).

Ia juga membuka ruang usulan revitalisasi untuk SD Negeri 106794 Paya Bakung—sekolah tempat almarhum Boimin Pama pernah memimpin.

Bahkan, kepada Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 104198, Aripin Daulay, yang dalam beberapa pekan lagi berpindah tugas, Sofyan Tan berpesan agar tak ragu mengusulkan perbaikan jika sekolah yang ditempati belum memiliki fasilitas ruangan memadai dan layak untuk direvitalisasi.

Di Paya Bakung, pembangunan sekolah bukan hanya soal tembok yang diperbaiki atau ruang kelas yang dicat ulang.

Ia menjadi pertemuan antara kenangan masa lalu dan harapan masa depan. Dari dodol dan tape yang pernah dinikmati seorang remaja 45 tahun lalu, kini lahir ruang-ruang belajar yang akan menjadi tempat anak-anak desa itu menata cita-cita.

Dan pagi itu, di halaman sekolah sederhana tersebut, Sofyan Tan seperti menutup lingkaran waktu, membayar utang kenangan dengan investasi pendidikan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke SD Negeri 105276 Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak.

Di sana, Sofyan Tan meresmikan pembangunan senilai Rp820.025.669 untuk dua ruang kelas baru, rehabilitasi tiga ruang kelas, satu toilet, dan satu perpustakaan.

Acara peresmian turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Suparno; Camat Hamparan Perak, M. Guntur Nasution; Kepala SD Negeri 104198 Paya Bakung, Aripin Daulay; serta Kepala SD Negeri 105276 Kota Datar, Ernawati.

Aripin Daulay sebelumnya mengungkapkan, rehabilitasi sekolah dilakukan secara swakelola.

Sekitar 80% tenaga pembangunan berasal dari orangtua siswa sendiri. Mereka bekerja bukan sekadar sebagai tukang, tetapi sebagai orangtua yang sedang membangun ruang belajar bagi anak-anak mereka.

“Karena ini untuk anak-anak mereka sendiri, maka dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr Sofyan Tan, menanam pohon di depan bangunan yang  baru direvitalisasi.lensamedan-ist

Acara peresmian ditutup dengan penanaman dua pohon oleh dr Sofyan Tan yang berada persis dengan bangunan yang baru direvitalisasi.

Pohon tersebut suatu saat akan tumbuh menjadi saksi lahirnya generasi cerdas dari ruang-ruang kelas baru. (*)

(Deli Serdang)

Belum ada Komentar untuk "Resmikan Ruang Kelas Baru, Sofyan Tan: Bangun Sekolah, Bangun Harapan"

Posting Komentar

Urai Masalah Penonaktifan PBI BPJS, Pemerintah Perlu Bentuk Task Force di Tiap RS

Pasien gagal ginjal  sedang menjalani proses cuci darah. Di awal Februari, banyak pasien cuci darah yang tak bisa mendapatkan layanan karena...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel