Ekonomi Sumut Tumbuh 4,53% di Tahun 2025, Asim Saputra: Masih Ditopang Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra, saat menjawab pertanyaan wartawan terkait pertumbuhan ekonomi, Kamis (5/2/2026).lensamedan-istLensaMedan – Perekonomian Sumatra Utara (Sumut) di tahun 2025 tumbuh sebesar 4,53%, lebih rendah jika dibanding pencapaian Tahun 2024 yang tumbuh sebesar 5,03%.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,74%. Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 10,24%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra, mengatakan, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali Konstruksi dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,74%; diikuti Jasa Perusahaan sebesar 10,45%; dan Real Estat sebesar 8,64%. Sementara itu, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memiliki peran dominan tumbuh sebesar 4,88%. Sedangkan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta Industri Pengolahan masing-masing tumbuh sebesar 6,15% dan 3,49%.
Jika dilihat berdasarkan sektor usaha, perekonomian Sumut masih didominasi oleh Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memberikan kontribusi sebesar 25,32%; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 18,97%; Industri Pengolahan sebesar 18,39%; Konstruksi sebesar 12,11%.
“Sedangkan sektor Transportasi dan Pergudangan memberi kontribusi sebesar 5,18%,” ujar Asim saat memaparkan pertumbuhan ekonomi Sumut, di Medan, Kamis (5/2/2926).
Asim menyebutkan, langkah cepat Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dalam menangani bencana alam yang terjadi di akhir November lalu tidak terlalu memberi dampak yang signifikan terhadap perekonomian Sumut seperti yang dialami provinsi Aceh dan Sumatra Barat.
Ini terlihat dari perekonomian di triwulan IV 2025 masih mampu bertumbuh 4,23% secara year on year (y on y) dibandingkan triwulan IV tahun 2024. Sementara jjika dibandingkan terhadap Triwulan III-2025, ekonomi Sumut pada Triwulan IV-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 0,13% (q-to-q).
“Jadi dari kejadian bencana ini kita juga bisa mempelajari bahwa proses recovery yang cepat itu penting. Jadi pada saat situasi pascabencana saat itu, ketika jalan-jalan terputus, logistik tidak bisa masuk, kemudian distribusi barang juga sulit. Nah, dengan proses recovery yang baik, dengan tanggap bencana yang cukup cepat saat itu, kita bisa memulihkan keadaan dan berdampak baik pada ekonomi kita yang tidak terganggu cukup dalam,” sebut Asim.
Lebih jauh dikatakannya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah yang terdampak bencana menjadi kunci bagaimana memulihkan sektor-sektor dominan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Sumut, terutama di triwulan I tahun 2026.
“Jadi kami pun di BPS memberikan dorongan salah satunya kita sudah punya dashboard PASADA Bencana, yang memuat data tunggal bencana, yang saat ini sudah dibangun. Ini upaya kita untuk melakukan konsolidasi data, sehingga nanti proses rehabilitasi dan rekonstruksi itu merujuk pada data yang sama. Dan upaya ini penting, agar perekonomian kita di triwulan I ini tidak terdampak besar,” tegasnya. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "Ekonomi Sumut Tumbuh 4,53% di Tahun 2025, Asim Saputra: Masih Ditopang Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan"
Posting Komentar