Siswa MIN Binjai Sulap Sampah Daun Jadi Pupuk Organik

Siswa MIN Binjau daur ulang sampah jadi pupuk.lensamedan-kemenag.go.id

LensaMedan - Pembelajaran tidak selalu harus di dalam kelas. Hal inilah yang dilakukan siswa kelas 3-B Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Binjai melalui kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Mereka belajar dari alam, mengolah sampah daun menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Sejak pagi, Selasa (20/1/2026), halaman MIN Binjai telah dipenuhi keceriaan siswa.

Berbekal karung bekas dan alat sederhana, anak-anak diajak guru mengumpulkan daun kering yang berserakan di area sekolah.

Pembelajaran yang dikemas menyenangkan ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar siswa.

Mereka tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga belajar memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai.

Wali kelas 3-B MIN Binjai, Darmawati, menjelaskan bahwa projek ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum yang menekankan pada pembentukan karakter peduli lingkungan, gotong royong, serta kreativitas.

“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari langkah kecil. Mengolah sampah daun menjadi pupuk adalah contoh nyata yang mudah mereka pahami,” ujarnya.

Darmawari menjelaskan, dalam proses pembuatan pupuk, siswa diperkenalkan tahapan demi tahapan.

Mulai dari memilah daun, mencacah, mencampur dengan tanah dan bahan organik lain, hingga menyimpannya di wadah kompos.

Setiap kelompok tampak kompak berbagi tugas. Ada yang bertugas mengaduk, menakar bahan, hingga memberi label pada tempat kompos mereka.

Keceriaan semakin terasa ketika guru menjelaskan manfaat pupuk organik bagi tanaman.

Siswa pun berlomba mengajukan pertanyaan dan bercerita tentang pengalaman mereka melihat orang tua berkebun di rumah.

Pembelajaran kontekstual seperti ini membuat anak lebih mudah memahami materi sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu.

Kepala MIN Binjai, Mariani Br Sitepu, menyampaikan apresiasi atas kreativitas guru dan antusiasme siswa kelas 3-B.

Menurutnya, kegiatan P5 ini sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi budaya positif yang terus berlanjut dan menginspirasi kelas lain,” tuturnya.

Mariani juga mengatakan, hasil pupuk organik buatan siswa nantinya akan digunakan untuk menyuburkan tanaman di taman madrasah dan kebun mini kelas.

Dengan demikian, anak-anak dapat melihat langsung manfaat dari usaha yang mereka lakukan.

Mereka belajar bahwa dari tangan kecil mereka, lingkungan bisa menjadi lebih hijau dan sehat.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan di MIN Binjai tidak sebatas teori, tetapi juga praktik nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Melalui projek mengolah sampah daun, siswa kelas 3-B telah belajar tentang tanggung jawab, kerjasama, dan cinta terhadap alam nilai-nilai penting yang akan mereka bawa hingga dewasa,” tutupnya. (*)


(Binjai)

Belum ada Komentar untuk "Siswa MIN Binjai Sulap Sampah Daun Jadi Pupuk Organik"

Posting Komentar

Sambut Hasil Raker DPRD Kota Medan 2025, Rico Waas: Momentum Wujudkan Pembangunan yang Optimal

LensaMedan - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut baik sekaligus mengapresiasi atas penyampaian laporan Hasil Rapat Kerja (R...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel