IHSG Rawan Koreksi, Harga Emas Berpeluang Dekati US$4.400 Per Ons
Grafik pergerakan IHSG, Selasa (16/12/2025). Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat, meski peluang untuk terseret ke zona merah terbuka lebar.lensamedan-istIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini juga berpeluang ikut terseret arus pelemahan bursa di Asia meskipun di sesi pembukaan mampu menguat di level 8.696.
Analis keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menyebutkan, pelaku pasar saat ini tengah menanti rilis data penting dari AS yang akan menentukan gerak pasar saham selanjutnya.
Sejumlah data penting AS seperti penjualan ritel, serapan tenaga kerja dan ditambah dengan data tingkat pengangguran diproyeksikan akan merealisasikan angka yang stabil.
Data tersebut akan menentukan pergerakan pasar dalam jangka pendek.
"Dan akan menjadi rujukan bagi pasar untuk melihat kemungkinan kebijakan moneter atau kebijakan ekonomi AS di tahun 2026 mendatang," ujar Gunawan di Medan, Selasa (16/12/2025).
Sementara itu, mata uang Rupiah masih ditransaksikan dikisaran harga 16.660 per Dolar AS pada perdagangan pagi ini.
Kinerja mata uang Rupiah stabil ditengah tekanan pada kinerja USD Index di kisaran level 98,2.
Meski demikian Dolar AS dinilai Gunawan masih memiliki kekuatan untuk menguat terhadap rivalnya, ditengah stabilnya imbal hasil US Treasury 10 tahun dikisaran level 4,168%.
Harga emas di sisi lainnya terpantau bergerak stabil dikisaran US$4.311 per ons troy, atau masih di kisaran Rp2,32 juta per gramnya.
Harga emas terpantau bergerak stabil ditengah sikap wait and see pelaku pasar jelang rils data penting AS.
"Harga emas berpeluang dekati level US$4.400 per ons troy jika rilis data ekonomi AS nantinya memburuk dan kembali membuka ruang spekulasi pemangkasan bunga acuan di tahun 2026 mendatang," tutup Gunawan. (juli simanjuntak)
(Medan)
Belum ada Komentar untuk "IHSG Rawan Koreksi, Harga Emas Berpeluang Dekati US$4.400 Per Ons "
Posting Komentar