Investasi Masuk ke Sumut di 2021 Diprediksi Meningkat

Lensamedan- Kinerja investasi Sumatera Utara (Sumut) di tahun 2021 diprediksi akan membaik seiring meningkatnya investasi yang masuk ke Sumut.

Dari hasil liaison Bank Indonesia (BI), investasi di Sumut akan meningkat terutama untuk industri karet, farmasi dan farmasi, industri makanan dan minuman dan Pedagang Besar Eceran (PBE).

“Sementara sektor konstruksi  belum pulih menyusul proyek Program Strategi Nasional (PSN) tahun 2021 yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu serta pola seasonal serapan anggaran yang masih sangat terbatas pada kuartal pertama,” ujar Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut Andiwiana S di Medan, Minggu (18/4/2021).

Dikatakan Andiwiana, peningkatan investasi di sektor industry kimia, farmasi dan obat berasal dari investasi non rutin senilai Rp2,3 triliun untuk pembangunan power plant, refinery, dan oleochemical plant, yang kemudian di dorong meningkatnya harga jual dikisaran 15-20%.

Sementara untuk industri makanan dan minuman, investasi pembangunan gudang, harga jual yang meningkat seiring dengan peningkatan harga CPO dan marjin usaha yang relatif stabil.

“Sementara peningkatan di sektor PBE ditopang penjualan sepeda motor meningkat 2-3% di triwulan satu setelah sempat turun 25-30% di tahun lalu,” kata Andiwiana didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut lainnya Ibrahim.

Sementara jika dilihat dari belanja pemerintah, maka di tahun 2021 ini, pagu pendapatan dan belanja Pemerintah Provinsi Sumut meningkat, dengan masing-masing peningkatan 4,3% dan 14,4% dari tahun 2021. Peningkatan belanja yang lebih tinggi ini menyebabkan defisit fiskal meningkat menyusul prospek insentif perpajakan yang masih terbatas. Diluar gaji dan hibah, alokasi belanja APBD tahun 2021 akan difokuskan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian dan pariwisata, serta ketenagakerjaan.

“Dan catatan kami, di triwulan I, realisasi pendapatan baru 6,7% sedangkan realisasi belanja baru 3,1%. Ini jauh dibawah capaian tahun lalu yang tercatat 16,4% untuk realisasi pendapatan dan 8,9% untuk realisasi belanja,” katanya lagi.

Andi menambahkan, jika dilihat berdasarkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maka bisa dilihat jika realisasi belanja operasi terbesar itu ada di Biro Sosial dan Kesejahteraan yang sebesar 45,21%. Sementara realisasi belanja modal terbesar ada di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebesar 20,22%. Kemudian untuk realisasi belanja transfer terbesar dilakukan BPKAD sebesar 15,77%.  (*)



(Medan)
 

Belum ada Komentar untuk "Investasi Masuk ke Sumut di 2021 Diprediksi Meningkat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel