Berinovasi di Masa Pandemi, Jurnalis Produksi Sabun Cuci Tangan Beraroma Eucalyptus

Lensamedan- Pandemi Covid-19 yang sudah melanda dunia termasuk Kota Medan sejak setahun terakhir ternyata memunculkan jiwa enterpreneur di kalangan jurnalis Kota Medan.

Sejumlah jurnalis yang sehari-seharinya rutin berinteraksi saat menjalankan kerja jurnalistiknya pun bersepakat membentuk sebuah wadah berbasiskan usaha kecil mikro atau disebut dengan UKM.

Wadah tersebut lalu dinamakan UKM Jurnalis Bina Mandiri disingkat UKM JBM, yang beranggota para jurnalis baik dari media cetak, elektronik maupun online.

Penggagas UKM JBM Fakhrudin Pohan bercerita, terbentuknya wadah UKM Jurnalis Bina Mandiri berawal dari fenomena pandemi Covid-19 yang makin hari makin mengganas hingga menelan korban jiwa, dan kerap menjadi headline di media.

"Maraknya pemberitaan seputar Covid-19 membuat kami sebagai jurnalis terpanggil untuk berbuat sesuuatu dan  mencari alternatif pencegahan wabah virus mematikan itu," ucap  Fakhruddin di Medan, Senin (12/4/2021).

Kocu panggilan akrab jurnalis di salah satu harian di Kota Medan kemudian mengajak sejumlah jurnalis lainnya seperti Harizal, Juli Simanjuntak, Husni Lubis, Jonris Purba, Haslan Tambunan, Junita Sianturi, Suwardi Sinaga, Evalisa Siregar, dan lainnya untuk bergabung membesarkan UKM JBM.

Tak lama setelah terbentuk, pengurus UKM JBM yang masih aktif menulis kemudian membaca adanya penelitian yang dilakukan Kementerian Pertanian yang menyebutkan, Eucalyptus bisa menjadi anti virus Corona. Uji potensi eucalyptus sebagai antivirus dilakukan dengan tahapan telusur ilmiah dan uji invitro. Pengujian menggunakan beberapa konsentrasi dari berbagai jenis virus, seperti virus influenza dan jenis virus corona lainnya.

Kabar gembira itu 'ditangkap' oleh UKM Jurnalis Bina Mandiri, yang ingin menghasilkan satu produk berbahan dasar Eucalyptus. Apalagi Eucalyptus merupakan tanaman pohon yang tumbuh subur di dataran tinggi wilayah Sumatera Utara (Sumut). Dan secara khusus dibudidayakan PT Toba Pulp Lestari, Tbk (TPL) di sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

"Niat untuk menghasilkan satu produk itu mendorong kami mengajak managemen TPL untuk berbagi informasi tentang manfaat euca, dan syukurnya niat kami itu disambut baik perusahaan," kata Harizal yang diberi tanggung jawab sebagai sekretaris UKM.

Dari kesamaan niat itu, komunikasi intens kemudian dijalin oleh pengurus UKM dengan managemen TPL yang diwakili Manager Corporate Communication, Norma Hutajulu tentang bagaimana bisa ambil peran penting dalam pencegahan virus corona.

"Disepakati antara UKM Jurnalis dan TPL untuk melakukan penanaman bibit Eucalyptus di berbagai wilayah. Sebagai percontohannya dilakukan di Medan," sambung Kocu.

Tak hanya melakukan penanaman bibit Eucalyptus, daun Eucalyptus kemudian diekstrak karena mengandung minyak atsiri. Minyak tersebut cukup berkhasiat jika dijadikan bahan handnitizer, sebagai pembersih tangan. Dan produksi hand sanitizer dalam jumlah yang banyak dilakukan Pusat Kajian Iptek Eucalyptus USU, yang hasilnya kemudian didistribusikan ke masyarakat.

Langkah kreatif UKM Jurnalis tak hanya sampai disitu saja. Minyak atsiri Eucalyptus kini diolah menjadi bahan baku sabun.

"UKM Jurnalis akan ciptakan sabun cair maupun padat beraromakan Eucalyptus," ungkap Harizal.

Gagasan pembuatan sabun cair dan padat yang sedang diproduksi UKM Jurnalis telah mendapatkan sambutan positif dari TPL dengan memesan langsung dalam jumlah yang cukup banyak.

"Produksi sedang berjalan, dan akan segera didistribusikan ke TPL sesuai pemesanan di bulan April ini," tambah Kocu lagi.

Dihubungi terpisah, Manager Coorporate Communication TPL, Norma Hutajulu membenarkan bahwa  TPL telah memesan ribuan botol sabun cair beraromakan eucalyptus pada UKM Jurnalis.

"Perusahaan sangat menyambut baik kreatifitas UKM Jurnalis yang selalu berinovasi di masa pandemi ini. Dengan keterlibatan UKM Jurnalis secara langsung membantu pemerintah mengedukasi serta melakukan upaya preventif (pencegahan), TPL pasti mengapresiasinya. Mudahan-mudahan pesanan ini akan tetap berlanjut dan bertambah," tutup Norma. (*)



(Medan) 

Belum ada Komentar untuk "Berinovasi di Masa Pandemi, Jurnalis Produksi Sabun Cuci Tangan Beraroma Eucalyptus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel